Pembicara Seminar di FEB Unila, Suherman, Ketua DPRD Pringsewu Bagi Kiat Sukses Usaha Kain Perca, Dari Limbah Menjadi Berkah

Ketua DPRD Pringsewu Suherman menjadi pembicara dalam seminar nasional di FEB Unila. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.comKetua DPRD Kabupaten Pringsewu Suherman, SE, memberi kiat sukses, UMKM Kain Perca di depan peserta Seminar Nasional Ekonomi Kreatif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB-Unila), Jumat (14/11/2025).

Suherman mengatakan, setiap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, pasti berpikir setelah selesai kuliah ingin bekerja dan mayoritas ingin menjadi ASN. Tidak salah kalau ingin menjadi ASN, namun perlu diketahui formasi ASN sangat-sangat terbatas. Karena itu, mahasiswa harus punya jiwa wira usaha. Apalagi mahasiswa ekonomi, harus mempunyai obsesi menjadi pelaku ekonomi atau pengusaha.

banner 728x90*

Suherman juga Ketua DPD Partai Golkar Pringsewu ini membagi pengalamannya bagaimana dia merintis usaha kain perca, dari limbah menjadi berkah. Berkah bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk ribuan masyarakat di Pringsewu karena terlibat dalam usaha yang dikembangkan.

Suherman mengamati banyak limbah konveksi dan penjahit dibuang begitu saja tidak dimanfaatkan. Karena itu, dia kemudian tergerak untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi UMKM Kain Perca yang melibatkan banyak orang. Secara otomatis dengan usaha ini, maka ratusan tenaga kerja terserap.

Pemanfaatan Kain Perca
1. Mengolah kain perca menjadi produk bernilai jual tinggi.
2. Memberdayakan masyarakat sekitar.
3. Dapat membuka lapangan kerja
baru.

Awal Usaha
Mulai merintis usaha dari tahun 1998, modal pertama yang ia gunakan sebesar 10 Kg Kain Perca. Awal usaha masyarakat yang ada di kampungnya ia berdayakan dibantu istri dengan tempat usaha awal di rumah.

Usaha Sekarang
Sekarang usaha kain perca ini memeberdayakan 1.800 orang dari empat kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Tempat usaha berkembang menjadi gudang dan sekarang sudah ada toko untuk produk hasil jadi. Omset dari UMKM Kain Perca saat ini kisaran Rp300-400 juta per bulan.

Produk yang ada sekarang: Sprei, sarung bantal, selimut, keset taplak meja, Masker, kain souvenir. “Ini yang harus saya sampaikan dan menjadi motivasi adik-adik mahasiswa. Kalau 25 persennya saja masyarakat terlibat dalam usaha UMKM, maka ekonomi masyarakat akan membaik,” ujar Ketua Golkar Pringsewu dua periode ini.

Proses produksi
Mengumpulkan kain perca dari penjahit/konveksi. Menyortir berdasarkan warna dan bahan. Membuat desain dan pola. Menjahit dan merapikan produk. Mengemas dan menjual. Usaha yang ia tekuni ini, lanjut Suherman, tidak terpengaruh krisis ekonomi. Bahkan disaat terjadi musibah Covid-19, usaha kain perca tidak terpengaruh bahkan berkembang.

“Alhamdulillah dari semula bahan baku hanya 10 Kg sekitar tahun 1997, saat ini 100 ton bahan baku masuk ke Kecamatan Banyumas Pringsewu,” ujar Suherman, peraih penghargaan Upakarti dari Presiden SBY pada 2012. Dan juga penghargaan Paramakarya dari Menteri Perindustrian.

Menurut Suherman, UMKM Kain Perca Limbah Jaya membuktikan bahwa limbah bukanlah akhir dari nilai, melainkan awal dari peluang baru. Dengan semangat kreatif dan keberlanjutan, dari limbah bisa jadi berkah.

Bonggolan Pisang Jadi Keripik
Suherman yang menjabat menjabat sebagai Ketua DPRD Pringsewu dua periode ini juga menyampaikan UMKM baru yang dia bina yaitu keripik dari bahan baku bonggolan Pisang Kepok.

Saat ini, ia juga membina dan mengembangkan usaha UMKM baru berupa keripik dari Bonggolan Pisang Kepok kemudian diolah menjadi keripik yang gurih.

Menurut Suherman, keripik dari bonggolan Pisang Kepok punya prospek bagus, karena selain bahan bakunya yang mudah diperoleh pemasaran keripik juga cukup bagus.

Semangat dan Motivasi
“Jangan pernah meremehkan kekuatan kreativitas. Dari sesuatu yang dianggap tidak berguna, kita bisa menciptakan karya luar biasa. Teruslah berkarya, teruslah berinovasi karena setiap potongan kecil memiliki nilai besar bagi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera,” ujar

Kiat sukses usaha yang dikembangkan Ketua DPRD Pringsewu saat ini, membuat daya tarik tersendiri dari peserta seminar. Ini dapat dilihat dari antusiasme peserta yang menyampaikan pertanyaan kepada Suherman.

Bahkan pihak Unila pun tertarik dengan usaha yang dikembangkan Suherman. Karenanya, Unila berencana menempatkan mahasiswa untuk KKN di wilayah Pringsewu, terutama di Kecamatan Banyumas yang menjadi centra usaha kain perca. (W9-jm)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses