
Bandarlampung, Warta9.com – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Rapat Kerja Daerah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung dan Pemprov Lampung, di Hotel Emersia Bandarlampung, Kamis (4/12/2025).
Dalam Rakorda Baznas juga dilakukan Launching Gerakan Sadar Zakat oleh Gubernur Mirza dan Wakil Ketua Baznas Prof Muhammad Nadratuzzaman Hosen, Ketua Baznas Lampung Iskandar Zulkarnain, Sekdaprov Marindo Kurniawan dan anggota Forkopimda, Ketua TP PKK Purnama Wulan Sari Mirza.
Program gerakan sadar Zakat untuk meningkatkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan umat Islam. Gerakan ini dilakukan dengan penyetoran otomatis dariarar rekening ASN dan bertujuan untuk mendukung kesejahteraan sosial, termasuk membantu fakir miskin dan yatim piatu.
Gubernur mengatakan, Baznas bersama pemerintah dalam memperkuat profesi sosial dan pengetasan kemiskinan. Peningkatan ini menandakan tumbuhnya kepercayaan dan semangat berbagi di kalangan masyarakat.
Jangan memandang Baznas sebelah mata. Karena merupakan lembaga pemerintah sesuai Undang-undang. Dasar hukum dibentuknya BAZNAS meliputi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014. Bahkan kata Gubernur Mirza, sebelum dirinya memanggil kepala-kepala OPD, usai pelantikan, yang dipanggil terlebih dahulu Ketua Baznas.
“Kenapa bapak-bapak sekalian, wajibnya zakat itu bukan perintah pemerintah, tapi zakat ini merupakan perintah Allah dan pemerintah hanya pengelola. Maka tinaikanlah zakat, jangan nunggu perintah,” ujar Gubernur Mirza yang mengulas kepemimpinan Khalifah Umar Bin Abdul Azis, dimana amil zakat kesulitan menemukan mustahik (penerima zakat) karena tidak ada lagi masyarakat miskin atau fakir yang membutuhkan, rakyat merasa cukup.
Karena itu, Gubernur berharap Baznas dapat membentuk UPZ sampai tingkat Desa. Berikan wadah ke petani, beri pemahaman supaya hasil pertaniannya berkah, maka mereka harus mengeluarkan zakat.
Sekarang Baznas baru menyentuh ke ASN, karena SK Gubernur, SK Bupati/walikota. “Kita ingin semua umat Islam yang mampu mengeluarkan zakat. Kita harus punya gerakan untuk zakat. Kuncinya Baznas harus tanamkan kepercayaan kepada masyarakat,” ujar Gubernur.
Gubernur Mirza juga meminta para kepala daerah memberikan dukungan penuh terhadap gerakan zakat, termasuk mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa dan kelurahan. Ia menekankan bahwa Baznas harus menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat karena mampu mengelola ZIS secara akurat, terbuka, dan tepat sasaran. “Yang paling penting, Baznas harus memberikan rasa percaya kepada masyarakat melalui pengelolaan dan penyaluran ZIS yang akurat, terbuka, dan tepat sasaran.
“Masa konten kreator dalam 24 jam bisa mengumpulkan donasi untuk bencana Sumatera Rp10 miliar lebih. Itu terjadi kenapa, karena kepercayaan masyarakat,” ujar Mirza, memberi contoh.
Karena itu, Gubernur Mirza berharap Baznas semakin aktif menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan hadir sebagai lembaga terdepan dalam memberikan bantuan. “Saya ingin ketika ada warga yang sedang kesusahan, yang langsung teringat adalah Baznas. Ini tanda bahwa lembaga ini benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya,” ujar Gubernur
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Prof Dr. Ir. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, menyampaikan apresiasi atas peluncuran Gerakan Sadar Zakat di Provinsi Lampung. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya memperluas jangkauan zakat dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat kurang mampu.
Ia menegaskan bahwa Baznas RI siap mendukung program-program strategis daerah, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga penanganan kemanusiaan. “Cita-cita kita untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Lampung akan berjalan apabila Baznas dan pemerintah daerah bersinergi dengan baik,” ujarnya. Baznas juga akan mengembangkan Z-Mart di desa. Sehingga nantinya tumbuhkan ekonomi lokal. Jangan sampai semua dimonopoli mini market tertentu.
Prof Nadratuzzaman Hosen,
UPZ tumbuh, bisa bekerja sama dengan koperasi merah putih. Sinergi bisa berjalan dan bergandengan tangan untuk saling menjang. Sehingga ada perputaran di desa dan menggerakkan ekonomi kerakyatan. (W9-jm)


*







