Dua Anak Tewas Terseret Air Terjun Way Lalaan Kota Agung

Lokasi tempat hanyutnya dua bocah di Air Terjun Way Lalaan. (foto : ist)

Tanggamus, Warta9.comWisata Air Terjun Way Lalaan Kotaagung Tanggamus menelan korban jiwa saat perayaan tahun baru, Kamis (1/1/2026).

Dua anak dilaporkan meninggal dunia, terseret derasnya arus di aliran air di tempat wisata Air Terjun Way Lalaan Kota Agung, pada Kamis sore.

banner 728x90*

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di aliran air Air Terjun Way Lalaan. Sore itu pengunjung ramai karena sedang berwisata di air terjun. Tiba-tiba dua bocah sedang mandi terseret derasnya aliran air.

Adapun identitas korban meninggal masing-masing bernama David (9), warga Pekon Belu, Kecamatan Kota Agung Barat, dan Desna (10), warga Pekon Talagening, Kecamatan Kota Agung Barat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula saat kedua korban datang ke lokasi wisata sekitar pukul 14.30 WIB bersama rombongan keluarga menggunakan angkutan pedesaan (Angdes)

Kedua korban diketahui sedang berenang di aliran air terjun tanpa adanya pengawasan ketat dari pihak keluarga maupun pengelola wisata Air Terjun Way Lalaan.

Setibanya di lokasi, korban langsung bermain dan berenang di aliran air terjun sementara keluarga yang mendampingi tidak memperhatikan aktivitas anak-anak secara intensif.

Sekitar pukul 15.00 WIB, seorang pengunjung melihat kedua anak tersebut tenggelam di aliran air yang cukup dalam dan berarus deras.

Melihat ada anak yang hanyut, seorang meminta bantuan kepada seorang pedagang makanan yang berjualan di sekitar lokasi wisata.

Pedagang yang dimintai pertolongan itu lqngsung melakukan upaya penyelamatan dengan berenang dan menyelam ke lokasi korban tenggelam. Kedua anak berhasil diangkat ke permukaan, namun dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Korban langsung kami bawa ke darat dan diberi pertolongan pertama. Karena tidak ada respons, keduanya segera dilarikan ke RSUD Batin Mangunang,”ujar salah seorang saksi di lokasi kejadian.

Namun, upaya medis yang dilakukan pihak rumah sakit tidak membuahkan hasil. Berdasarkan pemeriksaan visum luar oleh petugas medis RSUD Batin Mangunang, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat masuknya air ke dalam rongga paru-paru yang menyebabkan henti napas.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, kedua korban langsung dibawa ke rumah duka masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan.

Untuk diketahui, aliran air di lokasi kejadian memiliki kedalaman sekitar dua meter dengan arus yang cukup deras, sehingga dinilai berbahaya bagi anak-anak.

Selain itu, di sekitar lokasi tidak ditemukan rambu peringatan mengenai kedalaman air maupun pembatas area berenang. (W9-jm)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses