Welcome
Serlamat datang di website resmi Warta9 Media Group

PTPN I Perluas Pasar Kopi Banaran, Hadirkan Kopi Robusta Premium dalam Kemasan Sachet

JAKARTA, Warta9.com — Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan terus dilakukan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I). Kali ini, perusahaan memperkuat bisnis hilir kopi melalui pengembangan Kopi Banaran dalam kemasan sachet yang praktis dan ekonomis untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Produk berbahan baku 100 persen kopi robusta premium ini diproduksi PTPN I Regional 3 di Semarang, Jawa Tengah. Hadir dengan tiga pilihan varian, Kopi Banaran sachet menyasar konsumen yang menginginkan kopi berkualitas dengan harga terjangkau.

Direktur Komersial PTPN I (Persero), Arif Budiman, mengatakan pengembangan Kopi Banaran sachet merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan sekaligus memperluas penetrasi pasar retail.

Menurutnya, hilirisasi tidak cukup hanya dengan mengembangkan produk olahan. Lebih dari itu, perusahaan harus mampu menghadirkan produk yang dekat dengan kebutuhan konsumen, baik dari sisi kualitas, kepraktisan, pilihan rasa, maupun daya beli masyarakat.

“Strategi pemasaran kami diarahkan untuk memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas yang dikelola perusahaan. Pengembangan Kopi Banaran sachet menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, baik dari sisi kualitas, kepraktisan, maupun harga,” kata Arif di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Pengembangan Kopi Banaran sachet sejatinya bukan hal baru. Inisiatif ini telah dirintis sejak 2019 melalui produk kopi robusta kemasan 25 gram yang dikenal dengan nama Java Mocha Coffee. Saat itu, produk dengan varian original tersebut dipasarkan melalui sejumlah kedai kopi yang dikelola internal perusahaan.

Seiring perkembangan pasar, produk tersebut kini dikembangkan dengan pilihan yang lebih beragam. Selain varian Original, tersedia pula varian 2 in 1 dengan perpaduan kopi dan gula serta 3 in 1 yang mengombinasikan kopi, gula, dan krimer.

Arif menambahkan, pengembangan bisnis hilir merupakan peluang strategis bagi perusahaan untuk mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan melalui produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Karena itu, inovasi produk harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen serta penguatan strategi pemasaran dan distribusi.

“Ke depan, pengembangan produk dan perluasan pasar harus berjalan beriringan. Kami ingin produk PTPN I semakin dekat dengan konsumen, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Tiga Varian, Harga Mulai Rp14 Ribu

Marketing Leader Unit Produk Hilir PTPN I Regional 3 Banaran, Jamaludin, menjelaskan bahwa pengembangan Kopi Banaran sachet didorong oleh kebutuhan pasar terhadap produk kopi berkualitas yang dapat dinikmati dengan harga lebih terjangkau.

“Adanya permintaan pasar, terutama konsumen menengah ke bawah, menjadi salah satu latar belakang pengembangan Kopi Banaran dalam kemasan sachet. Kami ingin menghadirkan produk yang lebih ekonomis dan mudah dinikmati masyarakat, dengan tetap mempertahankan kualitas bahan baku kopi robusta murni,” kata Jamaludin.

Menggunakan bahan baku 100 persen kopi robusta, Kopi Banaran sachet menawarkan tiga karakter pilihan. Varian Original hadir tanpa tambahan gula dan krimer sehingga konsumen dapat menikmati cita rasa kopi secara lebih autentik.

Sementara varian 2 in 1 memadukan kopi robusta dengan gula, sedangkan varian 3 in 1 menghadirkan kombinasi kopi, gula, dan krimer dalam satu kemasan praktis.

Dari sisi harga, produk ini ditawarkan dengan banderol yang relatif terjangkau. Varian Original dijual Rp14.000 per renteng berisi 10 sachet, varian 2 in 1 seharga Rp15.000, dan varian 3 in 1 dibanderol Rp18.000 per renteng.

Kehadiran tiga pilihan tersebut menjadi upaya perusahaan memperluas segmen pasar sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat untuk menikmati kopi robusta premium sesuai selera dan kemampuan belanja.

Perluas Distribusi Lewat Toko hingga Marketplace

Untuk memperkenalkan produk kepada konsumen, pemasaran Kopi Banaran sachet dilakukan secara bertahap. Saat ini, ketiga variannya telah tersedia di Kota Semarang dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Distribusi dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari penjualan langsung menggunakan tenaga sales motoris yang menyasar toko dan warung, hingga memperkuat jaringan general trade (GT) dan modern trade (MT).

PTPN I juga memanfaatkan platform marketplace sebagai saluran penjualan digital. Strategi ini diharapkan mampu menjangkau konsumen di luar wilayah distribusi konvensional.

Selain memperluas saluran pemasaran, perusahaan turut menyiapkan program promosi berupa potongan harga dengan minimum pembelian tertentu. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik produk sekaligus mendorong pembelian.

“Untuk memperluas pasar, kami melakukan penjualan langsung melalui sales motoris dan memanfaatkan marketplace. Kami juga menyiapkan program potongan harga dengan minimum pembelian tertentu agar produk lebih menarik bagi konsumen,” ujar Jamaludin.

Melalui kombinasi pemasaran langsung dan digital, perusahaan berupaya memperkuat posisi Kopi Banaran di pasar retail sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh produk kopi unggulan tersebut.

Manfaatkan Banaran Trail Run 2026 sebagai Ajang Promosi

Tidak hanya mengandalkan jalur distribusi konvensional dan digital, PTPN I juga memanfaatkan kegiatan berbasis olahraga dan wisata untuk memperkenalkan Kopi Banaran sachet kepada masyarakat.

Salah satunya melalui ajang Banaran Trail Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Kampoeng Kopi Banaran, Semarang, Minggu (8/11/2026).

Dalam kegiatan lari tahunan tersebut, perusahaan menyiapkan permainan interaktif atau fun game sebagai bagian dari aktivitas promosi. Peserta diajak mengikuti akun Instagram resmi PTPN I untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Jamaludin mengatakan, Banaran Trail Run menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun interaksi langsung dengan konsumen melalui media sosial.

Promosi melalui kegiatan olahraga yang dipadukan dengan wisata perkebunan ini diharapkan mampu meningkatkan pengenalan merek Kopi Banaran, khususnya di kalangan peserta yang datang dari berbagai daerah.

Lebih dari sekadar promosi produk, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat keterhubungan antara komoditas kopi, kawasan perkebunan, dan pengalaman konsumen.

Perkuat Produksi, Bidik Peluang Pasar Lebih Luas

Seiring pengembangan pasar, PTPN I juga memperkuat aspek produksi melalui kerja sama dengan PT SDIMU di Jawa Tengah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan produksi sekaligus pengembangan pemasaran Kopi Banaran sachet.

Jamaludin menyebutkan, target penjualan produk mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Pihaknya optimistis peluang pasar masih terbuka, terutama pada segmen konsumen yang membutuhkan produk kopi berkualitas dengan harga ekonomis.

“Peluang pasar masih terbuka. Melalui penguatan merek, perluasan distribusi, dan pengembangan produk, kami berharap Kopi Banaran sachet dapat semakin dikenal serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan,” katanya.

Pengembangan Kopi Banaran sachet menjadi salah satu langkah PTPN I dalam memperkuat bisnis hilir komoditas kopi. Dengan menggabungkan kualitas bahan baku, inovasi produk, harga kompetitif, serta perluasan jaringan pemasaran, perusahaan berupaya menciptakan nilai tambah yang lebih besar dari komoditas perkebunan.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah transformasi bisnis PTPN I, dari yang sebelumnya bertumpu pada produksi komoditas perkebunan menjadi perusahaan yang semakin aktif mengembangkan produk olahan bernilai tambah dan berdaya saing di pasar retail.

Dengan demikian, kopi tidak hanya menjadi hasil perkebunan, tetapi juga produk hilir yang memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat pendapatan dan memperluas jangkauan bisnis perusahaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses