Satgas Covid-19 : Lonjakan Kasus di Luar Jawa-Bali Akibat Pemda Lengah

Jakarta, Warta9.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam rapat evaluasi perkembangan dan tindak lanjut PPKM Level IV di wilayah luar Jawa-Bali secara virtual, yang dikuti sejumlah Menteri dan Gubernur, Sabtu (07/08/2021), menyoroti lonjakan kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa dan Bali dalam dua pekan terakhir yang mencapai 54% dari total kasus baru secara nasional.

Menanggapi apa yang disampaikan Presiden Jokowi, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyatakan, kenaikan kasus untuk Pulau Sumatera terdapat di 7 kabupaten/kota, di Pulau Kalimantan ada 4 kabupaten/kota, Pulau Sulawesi ada 2 kabupaten/kota, Papua ada 2 kabupaten/kota serta Bali, NTT dan Maluku masing-masing 1 kabupaten/kota.

Dikatakan Wiku, kenaikan kasus ini terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah serta menganggap daerahnya baik-baik saja karena tidak menerapkan PPKM Level 4. “Penting bagi pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi di daerahnya masing-masing. Kepada seluruh gubernur dimohon memantau data Covid-19 di provinsinya. Sehingga selalu terpantau perkembangannya, karena hal ini perlu diantisipasi secepat mungkin,” kata Prof Wiku, Minggu (8/8/2021).

Wiku mengatakan, mobilitas masyarakat harus dibatasi. Selanjutnya pemerintah menggencarkan testing, tracing dan treatment (3T) serta program vaksinasi. Jika masih tinggi kasus aktif di wilayahnya, perlu dilakukan evaluasi bersama penanganan Covid-19, dan perlu diidentifikasi kendala dan penyebab yang perlu segera diperbaiki.

Kendala tersebut bisa berupa adanya kekurangan terhadap tenaga kesehatan, tempat tidur rumah sakit atau isolasi terpusat, pasokan obat-obatan dan oksigen, atau RT/RW yang belum berkoordinasi dalam pemantauan yang dini atau pemantauan isolasi mandiri warganya. “Kemudian, melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat bila diperlukan. Saya yakin kabupaten/kota yang alami kenaikan kasus mampu melakukannya asalkan konsisten dalam bekerja keras dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan dan meningkatkan angka kesembuhan,” urai Wuki.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito mendukung penguatan posko PPKM di semua daerah. Ia meminta para pengurusnya terus mengedukasi masyarakat untuk taat dan disiplin protokol kesehatan (prokes). “Saya juga mengharapkan peran Posko PPKM dalam pengendalian Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan. Posko memiliki fungsi 4P, yaitu fungsi pencegahan, penanganan, pendukung dan pembinaan,” jelasnya.

Dengan menjalankan empat fungsi tersebut kata Ganip, diharapkan posko PPKM benar-benar dapat menjadi ujung tombak dalam pengendalian Covid-19, mulai dari lingkup komunitas dan kelurahan/desa. (W9-jm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses