
Lampung Tengah, Warta9.com – Setelah mendapat perintah dari Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana, pelaksana kegiatan (pemborong), langsung turun ke lokasi dan melakukan perbaikan ambrolnya talud penahan tanah timbunan ofrit di jembatan Way Billu Lampung Tengah (Lamteng).
Rekanan CV Bangun Karya Sakti langsung menurunkan tim kerja untuk melakukan perbaikan. Material juga langsung didatangkan untuk pengerjaan talud penahan timbunan tanah.
Kadis BMBK Provinsi Lampung Febrizal Levi menyampaikan pekerja dari rekanan sudah melakukan perbaikan di lokasi. “Sudah diperintah PPK karena masih masa pemeliharaan. Hari ini pihak rekanan sudah kerja untuk perbaikan,” ujar Levi, Rabu (26/10/2022).
Menurut Levi, akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah timbunan pada ofrit jembatan mengembang. Sehingga mendorong dan merusak talud yang belum sepenuhnya kering. Maka terjadilah ambrol di talud penahan tanah. Tapi konstruksi bangunan jembatan masih kokoh. Ini dibuktikan dengan masih adanya lalu lalang kendaraan yang melintasi jembatan ini.
“Tetapi kejadian ini tidak mempengaruhi struktur jembatan sendiri. Jembatan masih kokoh tidak terpengaruh ambrolnya tanah timbunan pada ofrit. Kendaraan masih bisa melintasi jembatan,” ujar Levi.
Diberitakan sebelumnya, proyek jembatan jalan milik Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung senilai Rp5 miliar, di Kampung Buyut Ilir arah Kota Gajah, Lampung Tengah, ambrol. Ambrolnya bagian jembatan ini juga firal di media sosial (Medsos).
Padahal pekerjaan jembatan di Kampung Buyut Ilir itu menghubungkan jalur ke arah Kecamatan Kota Gajah-Gunung Sugih itu baru saja sepekan diserah terimakan. Sementara hingga kini kondisi jalan masih rusak parah, Selasa 25 Oktober 2022.
Proyek jembatan senilai Rp5 miliar dikerjakan rekanan CV Bangun Karya Sakti alamat Bandarlampung itu kini kondisi jembatan baru dibangun itu dinding penyangga jalanya ambrol itu juga juga disertai dinding penyangga dekat cora jembatan yang retak-retak dan ditutup dengan semen. Diapstikan dalam tidak waktu lama, seluruh tembok batu dinding pembatas itu akan ambrol seluruhnya.
Proyek pembangunan jembatan yang terputus di Kampung Buyut Ilir baru seumur jagung sudah ambrol. Padahal nominal anggaran tidaklah sedikit perkiraan sekitar Rp5 miliar, anggaran yang dikucurkan dari Provinsi Lampung ini sangatlah besar, namun pekerjaannya kok seperti ini hancur,” kata Ersah pada akun Facebook di media sosialnya, Selasa 25 Oktober 2022.
Menurut Ersah proyek pembangunan jembatan yang terputus di Kampung Buyut Ilir baru seumur jagung sudah ambrol. Dia berharap Aparat Penegak Hukum (APH) harus turun tangan, memeriksa dan menginvestigasi dari pengerjaan jembatan tersebut, apakah sudah benar sesuai Standar Operasional Presedur (SOP) ataukah sebaliknya.
“Dan kita berharap agar kerusakan tersebut dapat diperbaiki sehingga aktifitas masyarakat bisa berjalan dengan lancar, dan aman. Mohon agar pihak terkait meninjau ulang pekerjaan ini, supaya jangan sampai terulang kembali,” katanya. (W9-jam)










