Bandarlampung, Warta9.com – Puskesmas Satelit merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung yang bertugas melaksanakan program dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di wilayah kerja yaitu Kecamatan Kedamaian.
Dalam pelaksanaan program dan pelayanan terhadap masyarakat, sudah tentu muncul berbagai permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu inovasi yang pada hakikatnya dapat mendukung peningkatan kinerja dan pelayanan publik secara optimal.
Kepala Puskesmas Satelit, dr.Tria Yune Eriartasari, MARS, menerangkan,
Inovasi Puskesmas Satelit sudah diajukan sejak tahun 2022, dan pada tahun 2024 Puskesmas Satelit mendapatkan Penghargaan dari Walikota Bandarlampung Hj. Eva Dwiana sebagai Puskesmas Peraih Score Inovasi Tertinggi Ketiga pada penilaian indeks inovasi daerah Kota Bandarlampung.
Pada tahun 2025 ini, kata dr.Tria Yune Eriartasari, Puskesmas Satelit, kembali akan mengajukan 5 Inovasi Daerah, yaitu :
1. CERIBELS (Cari dan Jaring Akseptor Bersama Lintas Sektor)
Inovasi ini dilatarbelakangi dengan tidak tercapainya akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang MKJP di Kecamatan Kedamaian. Setelah dilakukan pembahasan lintas program dan lintas sektor dibuatlah inovasi CERIBELS (Cari dan Jaring Akseptor Bersama Lintas Sektor), dan mulai diterapkan pada tahun 2023.
Kegiatan yang dilakukan pada inovasi CERIBELS adalah :
a. Penjaringan akseptor KB bekerja sama dengan Kader KB.
b. Melakukan kegiatan promotif dalam setiap pertemuan yang melibatkan masyarakat dan lintas sektor berupa Kegiatan Penyuluhan KB rutin.
c. Melakukan mobile pelayanan KB di Puskesmas Pembantu, Poskeskel, dengan tujuan untuk mendekatkan akses pelayanan KB ke masyarakat.
d. Membuat Grup WA dengan Dinas PPKB dan untuk memudahkan komunikasi antar lintas sektor.
e. Memberikan reward kepada kader yang dapat mengirimkan akseptor KB MKJP.
f. Melakukan pemantauan dan konsultasi post pemasangan MKJP secara online dan offline.
Inovasi Ceribels sampai saat ini masih terus dilaksanakan juga bekerjasana dengan Dinas PPKB untuk pengadaan Alat Kontrasepsi dan cukup berhasil untuk meningkatkan capaian akseptor yang melakukan KB MKJP.
2. AKUR TETANGGA (Ayo Ukur Tekanan Darah, Tinggi dan Berat Badan, serta Gula Darah)
Inovasi AKUR TETANGGA, dilatarbelakangi dengan capaian skrining Penyakit Tidak Menular pada usia produktif (usia 15-59 tahun) pada tahun 2020 sapai dengan 2022 kurang dari target dan semakin meningkatnya penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat. Inovasi ini mulai diterapkan pada tahun 2024, setelah uji coba selama 3 bulan, pada Oktober-Desember 2023.
Inovasi AKUR TETANGGA (Ayo Ukur Tekanan darah, tinggi, berat hingga gula darah) dilakukan di dalam dan di luar gedung, saat kegiatan di masyarakat, di intitusi maupun sekolah, dengan melakukan koordinasi lintas program bersama semua petugas dan kader kesehatan. Bila ditemukan Penyakit Tidak Menular (PTM), maka pasien akan segera ditatalaksana sesuai SOP dan dilakukan pemantauan untuk minum obat secara teratur dibantu oleh kader kesehatan.
Dengan melaksanakan inovasi AKUR TETANGGA diharapkan penyakit tidak menular seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus dapat terdeteksi secara dini dan segera mendapat penanganan yang tepat.
3. SIGER PESISIR (Aksi Bergerak Peduli Sanitasi dan Kebersihan)
Dilatar belakangi dengan belum semua kelurahan di Kecamatan Kedamaian menjadi kelurahan STBM 5 Pilar pada tahun 2021. Melalui pembahasan lintas program dan lintas sektor, maka dibuatlah inovasi SIGER PESISIR, yang bertujuan agar kecamatan Kedamaian menjadi Kecamatan ber STBM 5 pilar (Bebas Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan air dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga).
Inovasi SIGER PESISIR telah diujicobakan sejak akhir tahun 2021 dan kemudian ditetapkan sebagai inovasi pada bulan Januari 2022. Kegiatan yang dilakukan sebagai berikut :
1. Melakukan Pemicuan STBM, Pembentukan kader dan leader STBM, pemberdayaan masyarakat, menjalin kerja sama lintas sektor dan upaya kemitraan.
2. Melakukan Pelacakan dan Pendataan rumah di setiap kelurahan di Kecamatan Kedamaian.
3. Melakukan kunjungan rumah di wilayah kerja yang bertujuan untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan, edukasi kepada pemilik rumah tentang STBM 5 Pilar.
4. Bekerja sama dengan Lembaga Bank Sampah untuk memfasilitasi kegiatan masyarakat dalam pemilihan sampah yg bisa di daur ulang dan di jual kembali.
5. Melakukan Kerjasama lintas sektor dan kader STBM untuk ikut memantau kegiatan dimasyarakat.
Setelah Inovasi Siger Pesisir berjalan beberapa tahun sampai tahun 2025 ini 6 dari 7 kelurahan yang ada di Kecamatan Kedamaian sudah menjadi Kelurahan STBM.
4. AYUK TING TING (Ayo Ukur Tinggi Badan untuk Cegah Stunting)
Latar belakang munculnya Inovasi dikarenakan adanya peningkatan kasus Stunting yang ada di Kecamatan Kedamaian tahun 2021 sebanyak 34 kasus dan awal tahun 2022 menjadi 88 kasus. Melalui pembahasan dengan lintas program dan lintas sektor, maka tahun 2023 ditetapkan AYUK TING TING (Ayo Ukur Tinggi Badan Untuk Cegah Stunting) sebagai inovasi Puskesmas.
Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan pada inovasi AYUK TING TING antara lain:
a. Edukasi dan penyuluhan pada ibu balita, ibu hamil, ibu menyusui dan masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan stunting.
b. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita ayng bermasalah gizi.
c. Advokasi, kordinasi dan kolaborasi dengan lintas sector dalam penanggulanan stunting.
d. Melakukan rembuk Stunting bekerja sama dengan Dinas PPKB melibatkan lintas sektor, camat, lurah, kader posyandu, babinsa, babin kamtibmas, kepala lingkungan serat tokoh masyarakat. Dan penandatangan kesepakatan lintas sector dalam pencegahann stunting.
e. Pelatihan kader Posyandu terkait pemantauan pertumbuhan dan pemberian makanan bayi dan anak (PMBA).
f. Kunjungan rumah oleh petugas kesehatan dan kader pada balita bermasalah Gizi.
g. Membuat WA grup untuk memudahkan komunikasi antara petugas, kader dan orang tua yang memiliki balita Stunting untuk memantau pertumbuhan dan status kesehatan balita.
h. Koordinasi dan Kerjasama dengan lintas sector (Camat, Lurah, Ketua RT, Kepala lingkungan dan tokoh masyarakat) terkait edukasi masyarakat untuk datang keposyandu dan mendukung pengawasan terhadap kegiatan AYUK TING TING.
Dengan penerapan Inovasi AYUK TING TING jumlah balita stunting di Kecamatan Kedamaian sampai akhir tahun 2024 lalu sudah menurun menjadi 9 kasus.
5. CETAR BOSS (Cari Temukan Penderita TBC Obati Sampai Selesai)
Dilatarbelakangai dengan tidak tercapaianya target penemuan kasus Terduga TBC dan Penderita TBC yang diobati (treatment coverage) pada tahun 2022, maka dibuatlah inovasi CETAR BOSS (Cari Temukan Penderita TBC obati sampai sembuh).
6. Inovasi CETAR BOSS ditetapkan akan dimulai bulan Januari 2023, Setelah masa uji coba dari bulan Oktober 2022.
Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan pada inovasi CETAR BOSS adalah :
a. Puskesmas membentuk TIM DOTS, yang bertanggung jawab untuk melakukan semua program TBC P2PTBC.
b. Puskesmas menunjuk kader CETAR BOSS setiap kelurahandan diberikan pelatihan refresing kader.
c. Petugas melakukan screening terduga pada pasien yang batuk lebih dari 2 minggu atau batuk berdarah untuk dilakukan TCM atau Mantuk untuk anak-anak.
d. Melakukan investigasi kontak untuk kasus baru bersama, terintegrasi lintas program.
e. Pemeriksaan sputum atau tes mantuk pada kontak erat Kasus Indeks TBC.
f. Pemantauan minum obat untuk pasien yang sedang menjalani pengobatan.
g. Penjaringan TB mangkir bersama terintergrasi lintas sektor.
h. Edukasi dan penyuluhan di masayarakat tentang pencegahan, tanda, gejala, serta pengobatan TBC.
i. Melakukan penjaringan terduga TBC di masyarakat yang dilakukan oleh kader dan di dampingi oleh Petugas Kesehatan.
j. Memaksimalkan peran jejaring eksternal seperti klinik, dpm, bidan praktek di wilayah kerja.
k. Membuat MOU program P2 TBC dengan jejaring Eksternal.
l. Membuat WA grup untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi antara petugas dan kader dalam melakukan penjaringan.
m. Edukasi masyarakat untuk datang melakukan pemeriksaan apabila terdapat tanda gejala TBC.
Dengan pelaksanaan berbagai Inovasi tersebut, dr.Tria Yune Eriartasari, MARS, berharap Puskesmas Satelit dapat mengoptimalkan kinerja terhadap program dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya di wilayah kerja Kecamatan Kedamaian. (W9-jm)










