Bandarlampung, Warta9.com – Pelaksanaan Lomba menulis resensi puisi esai untuk Provinsi Lampung diperpanjang hingga 7 November 2018.
Demikian dikatakan Ketua Panitia Wilayah Lampung, Heri Mulyadi, Jumat (2/11/2018) petang.
Menurut penyair Lampung yang turut menulis puisi esai untuk Jambi ini, diperpanjang waktu penerimaan naskah bagi kuota Lampung, untuk memberi kesempatan lebih banyak bagi daerah ini.
“Saya merasakan Lampung yang disebut sebagai ‘negeri penyair’ dan berlimpahnya penulis dan pengamat sosial, perlu diberi ruang dan waktu lagi. Supaya banyak naskah dari Lampung bisa melaju ke tingkat nasional,” jelas Heri Mulyadi dari India saat dihubungi.
Ia mengatakan, lomba resensi puisi esai yang digagas Denny JA ini memperebutkan hadiah uang sangat besar. “Sebagai bukti apresiasi yang tak tanggung-tanggung bagi kesemerakkan dunia sastra Indonesia,” imbuhnya.
Sementara Seniman Lampung, Isbedy Stiawan ZS menambahkan, buku puisi esai dari Lampung mengangkat masalah sosial yang ada di daerah ini. Seperti pembegalan, dunia malam di Bandarlampung, persoalan keadilan dan keselamatan di rumah sakit, soal pencaplokan tanah ulayat, serta kawasan yang hingga ini dirasakan menyeramkan.
Para penulis puisi esai dari Lampung adalah Endri Y., Fajar Mesaz, Isbedy Stiawan ZS, Jafar Fakhrurozi, dan Syaiful Irba Tanpaka. “Buku puisi esai dari Lampung, Penyelam dari Padang Hitam bisa dibaca dalam bentuk e-book di laman FB Perpustakaan Puisi Esai,” jelas Isbedy.
Persyaratan lomba bisa diunduh di panpage Lomba Puisi Esai, resensi puisi esai di facebook.Naskah resensi dipublish di FB dan ditag ke panpage Lomba Puisi Esai, Heri Mulyadi, dan Isbedy Stiawan ZS. (W9-jam)










