Bandarlampung, Warta9.com – Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 dengan Forkopimda dan Bupati/Walikota serta OPD terkait, Jumat (24/7/2020), menyampaiikan,
bahwa per tanggal 22 Juli 2020 wilayah merah di Provinsi Lampung sudah tidak ada lagi.
Namun, Gubernur Arinal mengingatkan
masih terdapat daerah orange dengan resiko tinggi yang perlu diwaspadai, yaitu Kota Bandarlampung dan Lampung Selatan. Untuk Wilayah kuning ada 10 kabupaten/kota, sementara itu wilayah hijau yang tidak ditemukan konfirmasi positif ada di Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang dan Way Kanan.
“Perlu kewaspadaan di tiap pintu masuk ke Provinsi Lampung baik dari darat, laut dan udara agar Provinsi Lampung tetap dapat mempertahankan predikat terbaik dalam hal tata kelola pencegahan dan penanganan covid-19,” tutur Arinal.
“Saya berharap kepada Bupati dan Walikota agar dapat terus menerapkan protokol kesehatan di setiap sendi kehidupan masyarakat di wilayahnya masing – masing, Kata kuncinya adalah Protokol kesehatan.
Kita Tidak boleh lengah dengan predikat yang sudah diraih saat ini,” imbuh Gubernur.
Guna mendukung pencegahan Covid-19 di Provinsi Lampung, Gubernur juga mengharapkan peran serta aktif TNI/Polri/Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan serta OPD terkait agar melakukan pengawasan di setiap pintu masuk Provinsi Lampung.
Salah satunya adalah transportasi udara yang masih terdapat beberapa maskapai penerbangan yang belum menerapkan protokol kesehatan sehingga perlu memberikan teguran kepada maskapai yang bersangkutan.
Dalam rapat evaluasi tersebut juga diungkapkan bahwa sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini di Provinsi Lampung terdapat Total : 246 orang terkonfirmasi positif dengan jumlah 182 orang sembuh, 52 orang dirawat dan 12 orang meninggal.
Namun demikian, Gubernur Arinal Djunaidi mengungkapkan, walau dalam kondisi pandemi Covid-19 Provinsi Lampung tetap mampu mengendalikan ekonomi di daerah dan mendukung pemenuhan kebutuhan daerah lain. Hal tersebut terbukti dengan sumbangsih Provinsi Lampung menyuplai 26.000 ton gula.dan 1 juta ton padi ke DKI Jakarta. (W9-jam)










