Prof. Dr. Sutarman Beri Kuliah Umum Mahasiswa Teknokrat tentang Urban Logistic Bangun Ekonomi Kota

Prof. Sutarman saat memberi kuliah umum di depan mahasiswa Teknokrat. ( foto : jam)

Bandarlampung, Warta9.com – Rektor Universitas Majalengka Jawa Barat Prof. Dr. Sutarman, MSc memberi kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia di auditoriun lantai IV kampus setempat, Sabtu (27/10/2018).

Seminar dibuka langsung oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H Nasrullah Yusuf, SE, MBA, dihadri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Hj. Dewi Sukmasari, MSc, Dekan Fakultas Sastra dan Pendidikan Akhyar Ridho, Ph.D dan sejumlah dosen.

Kuliah umum mengambil tema “City/Urban Logistics untuk Membangun Ekonomi Kota Bandarlampung” berlangsung sehari mengupas tentang peran pemerintah dalam memenuhi logistik masyarakatnya.

Menurut Prof Sutaman, para pebisnis tidak punyak hak untuk menservie prmerintah, tapi pebisnis punya hak untuk menservie konsumen.

Prof. Dr. Ir. Sutarman, MSc juga Dewan Pertimbangan Rektor Indonesia ini lebih lanjut mengatakan, logistik adalah kegiatan bukan barang.

City logistik menunjukkan adanya kota yang berkelanjutan. Sistem angkutan yang baik akan berdampak pada kemakmuran di daerah.

Profesor menjelaskan, tiga komponen utama sistem transportasi yaitu, Transport sistem, Aktivitas sistem dan Traffic. Akibat kebutuhan sistem dan aktivitas sistem maka terjadilah traffic yang berdampak pada ekonomi masyarakat.

Memang kata Prof Sutarman, transportasi membuat mois/bising, bissing, congestion, crashes, vibration, evergiconsumpsion dan visual intrusion. Namun demikian yang paling penting dari transportasi itu bisa menghasilkan plece utility.

Lebih lanjut Prof. Dr. Sutarman mengatakan, ada tiga aktor utama dalam menentukan uban logistik yaitu, Government. Dimana pemerintah manpu menampung aspirasi citizen dan freight transport, membuat regulasi yang mengatur aktivitas logistik dan citizen dan freight tranport.

Kemudian Citizen (Netizen), merupakan aktor yang harus dipenuhi kebutuhannya oleh freight transport. Dalam melakukan aktivitasnya, menyampaikan aspirasi kepada pemerintah berkaitan dengan QoL.

Lalu Freight transport, bagaimana memenuhi tuntutan kebutuhan citizen. Dimana dalam melakukan aktivitasnya, menyampaikan aspirasi kepada pemerintah terkait transportasi policy. Sehingga masyarakat dapat merasakan dampak dari kebijakan yang dilakukan.

Profesor Sutarman yang juga menjadi pengajar di Umpad ini lebih lenjut mengatakan, Luaran city logistics diharapkan, dapat memberi regulasi yang mampu mengatur kepentingan warga dan pebisnis. Para pebisnis harus memperoleh layanan yang baik dari pemerintah dalam upaya melayani warga citizen atau nitizen.

Sedangkan regulasi yang berasal dari aspirasi warga dan pebisnis harus bermuara pada kenyamanan lingkungan. Kebutuhan warga dan pebisnis terpenuhi dengsn QoL yang tinggi, dan tercapaian hahpiness Index yang tinggi.

Diharapkan dengan perancanaan yang matang dalam mengelola logistik di kota, maka kata Prof. Suratman, tujuan city logistics akan tercapai, tentunya dengan menciptakan aliran barang yang efektif, tepat waktu, jumlah dan lokasi dengan cara efesien dengan pertimbangan non komersial seperti mutu udara, kemacetan lalu lintas dan kenyamanan aktivitas non logistik yang terjadi di dalam kota. (W9-jam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses