Bandarlampung, Warta9.com – Pusat Penelitian dan Pengembangan Biodiversitas Tropika Universitas Lampung menggelar Focus Grup Discussion bertema Manajemen Konservasi Penangkaran Flora Fauna, Selasa, 9-10-2018 di Pusat Informasi Tahura Wan Abdul Rahman.
Kerjasama Puslitbang Biodiversitas Tropika LPPM Universitas Lampung dengan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menjadi dasar berbagai aktivitas Tri Darma Perguruan Tinggi di Tahura WAR. Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Unila, salah satunya FGD ini, ungkap Bainah Sari Dewi Kepala Puslitbang Biodiversitas Tropika.
FGD yang diikuti oleh 60 mahasiswa, dosen dan staf Tahura, bertindak sebagai narasumber adalah Sumardi Kepala UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman. Dalam FGD berhasil mendiskusikan lebih dari 70 judul penelitian yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dan dosen. Tahura WAR terbuka untuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, ungkap Sumardi Kepala Tahura WAR.
Lanjut Sumardi, saat ini Tahura WAR telah memetakan 4.000 data petani penggarap dari 40 desa yang berbatasan dengan tahura. Beberapa penelitian yang dapat dilakukan diantaranya Pengukuran kemampuan tahura dalam menunjang ketersediaan air di kota bandar lampung, Perilaku rusa timor di penangkaran, Peningkatan ekonomi masyarakat sekitar Tahura, Penyadaran konservasi terhadap biodifersitas flora fauna, serta Manajemen konservasi berbasis teknologi.
Pengembangan Hutan Pendidikan Unila di Tahura juga menjadi perhatian dari Puslitbang Biodiversitas Tropika Unila. Setidaknya dua buah buku dihasilkan dari penelitian di Tahura, pertama Biodiversitas flora fauna di arboretum hutan pendidikan konservasi terpadu Unila di Tahura WAR (2017) oleh Bainah Sari Dewi, Rahmat Safei, FX Susilo, I Gede Seibawa, Afif Bintoro, dan Hari Kaskoyo, serta Kedua berjudul Biodiversitas dung bittle di Tahura WAR (2018) oleh Bainah Sari Dewi, Sugeng P. Harianto, Noviade Wara , dan Dewi Ira Rahmawati, pungkas Bainah Sari Dewi yang merupakan alumni UGM dan TUAT Tokyo. (W9-jam)









