OKU, Warta9.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus melakukan pembanguan dalam segala bidang tak terkecuali dalam bidang tata kelola sistim drainase (siring). Namun warga Jenderal.A. Yani, Air Karang Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, OKU meminta pengerjaan dipercepat. Alasannya, karena usaha warga terganggu akibat pengerjaan lamban.
Drainase (Siring), memang salah satu hal yang vital, karena jika volume siring tak seimbang dengan volume air maka air akan meluber, yang paling parah jika air siring tersebut berupa limbah rumah tangga barang tentu selain warna yang biasanya hitam pekat ditambah aroma yang barang tentu tak sedap.
Yang hal yang paling diantisipasi jika musim hujan telah tiba, jika volume siring tak memadai maka akan timbul genangan air atau bahkan bisa menyebabkan banjir, hal ini akan merugikan semua pihak baik masyarakat yang tinggal diseputaran lokasi bahkan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua akan terhambat perjalannya jika genangan air tak memungkinkan lagi untuk dilalui.
Dalam hal ini Pemkab OKU, melaui Dinas PUPR, sudah gencar melakukan perbaikan sistem drainase, seperti yang dilakukan di sepanjang jalan Jenderal.A. Yani, Air Karang Desa Tanjung Baru, Kec.Baturaja Timur, Kab.OKU.
Dari papan pengumana proyek yang tertempel di lokasi, Proyek Penataan Drainase dilingkungan dan Pemukiman, Rehabilitasi siring Depan Bakso Mas Dul – Lr.Akang (Lanjutan). Berdasarkan data yang tercantum proyek ini dikerjakan oleh CV.Lovin, dimana menyerap anggaran hambir Rp500 juta.
Namun disisi lain proyek ini mendapatkan keluhan dari warga sekitar, karena dianggap proyek ini sudah berlangsung lama, “dulu sekitar awal tahun siring didepan toko kami ini sudah dibongkar, tapi sudah dibongkar ditinggal tanpa ada progres lanjutan,” ujar Umi Maharani (31/08)
Kemudian kami berinisiatif menuntup lubang galian dengan menggunakan papan, agar akses pelanggan keusaha kami tidak tertutup, namun beberapa hari ini papan yang kami gunakan sebagai alat penyeberangan kembali dibongkar.
Setelah dibongkar bukan langsung ada progres pengerjan, “kami tidak bermaksud menghalangi namun minta agar pengerjaannya dipercepat, agar usaha kami tidak terganggu,” pinta Umi. (W9 – dody)











