Buleleng, Warta9.com – Progres proyek pembangunan jalan baru (shortcut) batas kota Singaraja-Mengwitani, lokasi 5 dan 6 sudah mencapai 74 persen. Dengan hasil itu, proyek yang sumber dana APBN senilai Rp 140 miliar tersebut optimis tuntas November 2019 mendatang.
Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, saat mengunjungi lokasi proyek titik 5 dan 6 di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (1/9) mengatakan, khusus untuk shortcut titik ini pekerjaannya sudah berjalan sesuai perencanaan.
“Titik 5 dan 6, karena jalan sejauh 1,9 kilometer ini kondisi jalannya eksisting dan medannya juga ekstrem dengan 15 tikungan tajam. Kemungkinan tiga bulan kedepan tuntas,” ucapnya.
Basoeki meminta pelaksana proyek untuk mengakomodir arsitektur Bali di jembatan sepanjang 200 meter dan badan jalan baru harus dilengkapi dengan ornamen khas Bali. Tidak hanya itu, diusulkan pula agar jalan baru ini dilengkapi dengan tempat peristirahatan yang memadai.
Pun dimikian, setelah pengerjaan enam lokasi shortcut tuntas, PUPR akan mengerjakan titik shortcut 7, 8, 9, dan titik 10. Dimana keempat titik shortcut ini masih di persiapan desain, metodelogi pekerjaan serta penghitungan anggaran yang diperlukan, total mencapai Rp 550 miliar. Namun, setelah dilakukan value engineering berhasil ditekan menjadi Rp 377 miliar.
“Tahun 2020 mulai dibangun dan sekarang aspek gangguan lingkungan sedang dipelajari dan komitmen tetap memperkecil kerusakan lingkungan dalam pembangunan shortcut selanjutnya,” pungkasnya.
Hadir mendampingi Menteri PUPR, PLH Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Nusakti Yasa Weda, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, PPK Proyek Jalan, Ketut Payus Asta dan Kepala Dinas PUPR Buleleng, Ketut Suparta Wijaya.
Sementara itu, Bupati Buleleng Agus Suradnyana memaparkan, adanya jalan baru batas kota di wilayahnya ini sudah menjadi impian masyarakat Buleleng sejak lama. Bahkan dengan dibangunnya titik 5 dan 6 dan berlanjut di tahun depan, pihaknya optimis, jika permasalahan kesenjangan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara akan tertangani. (W9-soni)











