“Sebagai pengelola aset negara, PTPN VII harus mendapatkan kepastian keamanan sehingga bisa menjalankan amanat yang dititipkan. Jika ada pihak manapun yang mengganggu operasional maupun aset yang dikelola PTPN VII, itu artinya sudah mengganggu aset negara. TNI harus ikut bertanggung jawab,” kata dia.
Ke depan, Ruslan mengajak seluruh jajaran PTPN VII untuk terus menjaga silaturahmi dan rangka melanggengkan kerjasama. “Kalau dulu Pak Direktur (Ryanto Wisnuardhy) rumah dinasnya di Palembang berhadapan dengan Kodam II/Sriwijaya dan sepekan sekali main pimpong sama Pak Pangdam, sekarang kita bertetangga. Mari kita main pimpong lagi, hahaha…,” kata Ruslan dengan nada canda ringan. Acara diakhiri dengan potong kue ulang tahun hadiah dari Danrem, bertukar cindera mata, dan foro bersama. (W9-jam)










