
Lampung Tengah, Warta9.com – Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy menyampaikan, bahwa tahun 2021 merupakan tahun titik balik pencapaian Usaha PTPN VII.
Hal itu disampaikan Ryanto saat menerima Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung Sumitro dan Tim BPKP di PTPN VII Unit Bekri Lampung Tengah, Selasa (8/3/2022).
Kunjungan Kepala Perwakilan BPKP Lampung dan tim dalam rangka entry Meeting Assesment Good Corporate Governance (GCG) 2021 PTPN VII. Kepala BPKP Lampung Sumitro memimpin Tim Entry Meeting Assesment GCG di semua unit PTPN VII di Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu.
Selain dihadiri Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy, pertemuan ini juga dihadiri Komisaris PTPN VII R. Wiwin Istanti secara daring dari Jakarta. Dua anggota Board of Management (BoM) PTPN VII yakni SEVP Operation I dan II Budi Susilo dan Dicky Tjahyono, juga hadir didampingi Sekretaris Perusahaan Bambang Hartawan dan Kabag SPI Ary Askari dan Manager Unit Bekri Aris Afandi.
Riyanto menjelaskan, pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras semua lini pada manajemen PTPN VII yang mengusung operasional excellence. Lebih dari itu, porsi besar keberhasilan ini juga karena manajemen yang dijalankan sangat ketat menjalankan good corporate governance. Korelasi keberhasilan PTPN VII dengan BPKP menurut Riyanto sangat erat. Ia mengatakan dengan amalan manajemen seluruh sumber daya yang ada di PTPN VII oleh BPKP semua elemen melakukan tugas dan kewajibannya dengan tertib.
Senada dengan Riyanto, Komisaris PTPN VII R. Wiwin Istanti yang menyampaikan sambutan zoom meeting memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPKP. Dewan komisaris sebagai unsur pengawas dan pemberi masukan kepada manajemen kata Wiwin, merasa sangat terbantu dengan kawan BPKP terhadap proses manajemen PTPN VII.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Lampung Sumitro menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya memenuhi perintah undang-undang wa-nya bukan mencari-cari kesalahan suatu instansi yang dinilai sebaliknya pihaknya akan memberi pendampingan atau asistensi untuk dilakukan perbaikan jika masih terdapat sesuatu yang tidak sesuai peraturan.
Diketahui, kondisi usaha PT. Perkebunan Nusantara VII tahun 2019 dan 2020 mengalami kerugian cukup besar. Tahun 2020 usaha PTPN VII mengalami rugi sebesar Rp 998,605 Miliar dari RKAP yang diproyeksikan mengalami kerugian sebesar Rp 743,952 Miliar.
Memasuki tahun 2021, kata Ryanto Wisnuardy, PTPN VII mulai mencetak laba operasional. Meskipun belum besar, fase ini menjadi indikator positif yang mengantarkan BUMN Perkebunan ini keluar dari krisis dan naik ke fase sustainable. (W9-jam)










