Nasrullah mengakui, tidak mudah untuk membuat sesuatu yang kreatif dan inovatif karena menyangkut dana. Universitas Teknokrat Indonesia PTS Terbaik ASEAN, selalu mengalokasikan bujet untuk mewujudkan kegiatan riset dan inovasi.
Meski dananya lumayan besar, kata Nasrullah, Universitas Teknokrat menganggap bahwa itu merupakan investasi dan bentuk kontribusi untuk masyarakat, termasuk pemerintah daerah Lampung.
Nasrullah mengakui, produk yang dihasilkan mahasiswa dan dosen Universitas Teknokrat ke depan membutuhkan kerja sama banyak pihak untuk diproduksi lebih masif. Oleh sebab itu, Nasrullah juga mendorong banyak pihak untuk peduli dengan inovasi yang dilakukan mahasiswa dan dosen Universitas Teknokrat Indonesia.
Nasrullah juga mengapresiasi inovasi para dosen dan mahasiswa dalam pengembangan banyak aplikasi yang bisa digunakan secara luas. Misalnya, aplikasi pengecekan daftar pemilih di DPT bekerja sama dengan KPU Bandar Lampung pada pilkada tahun lalu. Demikian juga aplikasi lain yang bekerja sama dengan banyak pihak dan mendapat apresiasi. Misalnya dengan Kemenkumham.
Ke depan, kata Nasrullah, Uinivetsitas Teknokrat akan terus melakukan inovasi lain. Tujuannya, untuk mengimplementasikan pengetahuan di kampus dalam wujud produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Nasrullah terbuka dengan pihak lain untuk bersinergi agar produk yang dihasilkan lebih baik dan bisa diperbanyak. (W9-jam)


*







