Load Balancing Sebagai Solusi untuk Meningkatkan Kinerja Sistem E-learning, oleh : *Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom, M.Eng

Warta9.com – Perkembangan teknologi informasi yang semakin masif memberikan dampak perubahan yang cukup besar bagi dunia pendidikan saat ini. Salah satunya adalah berbagai materi pembelajaran yang dapat diakses dan disebarluaskan secara mudah dan cepat. Terlebih pada kondisi saat ini, dimana dua tahun terakhir pandemi Covid-19 melanda hampir di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Kondisi tersebut tentunya merubah cara pandang dan pendekatan terhadap model pendidikan yang akan dilaksanakan. Dimana situasi tersebut mengharuskan kita untuk tidak melakukan interaksi secara langsung untuk mencegah penyebaran dari Covid-19. Dari sinilah penggunaan terhadap peran sebuah teknologi informasi semakin digaungkan khususnya untuk memajukan dunia pendidikan.

Penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan menjadi keniscayaan yang harus diwujudkan di era digitalisasi saat ini. Berbagai turunan hasil dari perkembangan teknologi informasi digunakan sebagai alat untuk membantu dalam mempermudah proses pembelajaran tersebut. Seperti misalnya pengunaan sistem pembelajaran elektronik atau lebih dikenal dengan sebutan e-learning. E-learning sendiri merupakan teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa website yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun. Tentunya dengan syarat tersediannya kuota ataupun akases internet.

Saat ini, sudah banyak institusi yang bergerak dibidang pendidikan menerapkan pembelajaran berbasis e-learning sebagai media interaksi dalam mendukung proses pembelajaran. Namun ternyata tidak sedikit institusi yang mengalami permasalahan dalam pelaksanaannya. Banyak dari meraka yang tidak mempertimbangkan aspek teknis dari infrastruktur IT yang mendukungnnya. Tidak sedikit dari layanan e-learning yang sudah dibangun mengalami permasalah ketika jumlah pengguna yang mengakses meningkat.

Seringkali sistem menjadi lambat untuk merespon dan bahkan tidak dapat diakses sama sekali. Tentunya ini menjadi permasalahan yang harus diatasi.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, misalnya dengan mempertimbangkan jumlah penggunan yang akan mengakses dengan infrastruktur IT yang akan dibangun untuk sistem e-learning tersebut. Kenyataannya tidak murah untuk membangun sebuah infrastruk IT yang ideal. Tentunya kita akan dihadapkan pada kenyataan dimana semakin besar pengguna yang mengakses suatu layanan e-learning maka semakin besar pula kebutuahan infrastruktur IT yang harus dibagun. Tidak mungkin kita selalu mengganti perangkat IT kita dengan yang baru seiring dengan meningkatnya pengguna e-learning, tentunya ini akan berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan setiap kali terjadi hal tersebut.

Dari kondisi di atas, ada salah satu pendekatan yang bisa digunakan untuk membuat sistem e-learning kita menjadi lebih stabil ketika menghadapi peningkatan akses oleh pengguna, yaitu dengan menerapkan metode load balancing. Load balancing sendiri merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk mendistribusikan beban yang masuk ketika pengguna mengakses layanan yang disediakan. Penerapan teknologi ini dirasa cukup murah dan handal untuk dapat diimplementasikan.

Karena kita bisa menggunakan sejumlah perangkat IT (server) yang memiliki spesifikasi yang tidak terlalu tinggi untuk membangunnya. Bahkan kita juga dapat memanfaatkan sejumlah komputer PC biasa untuk digunakan. Tentunya ini akan menjadi lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan server yang memiliki kemampuan dan kapasitas yang tinggi, yang sudah barang tentu mahal harganya. Selamat mencoba dan memanfaatkan metode load balancing sebagai solusi yang dapat anda gunakan untuk meningkatkan layanan e-learning pada perangkat IT anda. (W9-*Pakar Networking/Dosen FTIK Universitas Teknokrat Indonesia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses