
Bandarlampung, Warta9.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung H. Yuhadi, SHI, MH, melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kelurahan Kaliawi Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kamis (31/7/2025).
Dalam kesempatan ini, Yuhadi menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan mengingatkan kita semua pentinya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, kata Yuhadi pemerintah hadir melalui DPRD memberi wawasan tentang Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Dalam kesempatan ini Yuhadi mengingatkan agar hati-hati dalam penggunaan Medsos, apalagi terkait simbol negara. Memperingati HUT RI ke-80 tahun 2025, Yuhadi menyampaikan kepada warga jangan posting yang aneh-aneh terkait simbol negara. Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, dia menghimbau warga mengibarkan bendera merah.
“Besok tanggal 1 Agustus, kibarkan bendera merah putih satu tiang penuh di depan rumah masing-masing. Jangan posting di Medsos yang aneh-aneh apalagi terkait simbol negara,” ujar Yuhadi juga Ketua DPD Partai Golkar Bandarlampung ini.
Menurut anggota DPRD Bandarlampung tiga periode ini, mengibarkan bendera merah putih buka sekadar tradisi tahunan. Tapi sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan dan simbol semangat kebangsaan sebagai warga negara.
Yuhadi juga berpesan kepada warga agar menjaga persatuan dan kebersamaan, menjaga lingkungan masyarakat agar hidup tentram dan aman. Yuhadi senang bahwa Kaliawi sekarang warganya tentram, aman, kesadaran warganya mulai tinggi.
Terkait beberapa usulan warga, Yuhadi menyampaikan bahwa sudah banyak usulan warga direalisasikan, seperti sumur bor, pemagaran makam dan lain-lain.
Dalam kesempatan ini, Yuhadi mengetes masyarakat untuk menghafalkan Pancasila. Sebagai bentuk apresiasi warga yang hafal Pancasila Yuhadi memberi hadiah. Tapi, hafalan Pancasila dilakukan Yuhadi dengan acak. Ada beberapa warga yang hafal termasuk ketua RT.
Dalam pembinaan Ideologi Pancasila di Kelurahan Kaliawi Yuhadi menghadirkan dua nara sumber Jamhari, wartawan senior dan Imam Ma’arif praktisi hukum.
Jamhari dalam paparannya menyampaikan, Pancasila mempunyai kedudukan tertinggi. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa dan negara. Pancasila sebagai pedoman tindakan dan perbuatan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut kata Jamhari, Pancasila sebagai perekat dan pemersatu bangsa, mempunyai peran menyatukan keberagaman, menjadi dasar negara, menjadi pandangan hidup, membangun persatuan dan kesatuan, mencegah konflik dan perpecahan dan menjadi identitas Bangsa.
Sementara itu, Imam Ma’arif mengulas makna lima sila dalam Pancasila. Pancasila. Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Pancasila sebagai Ideologi negara dan bangsa Indonesia dan Pancasila merupakan Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. (W9-jm)










