Mahathir Muhammad : Ayo Kobarkan Semangat Pemuda dengan Belajar

PEMUDA HARUS SEMANGAT – Mahathir Muhammad didampingi Dekan Pendidikan Bahasa Inggris Akhyar Ridho, memberi keterang kepada wartawan usai membuka kompetisi futsal Teknokrat. Mahathir mengharapkan pemuda harus lebih semagat. (foto : jam)

Bandarlampung, Warta9.com – Wakil Rektor III Universitas Teknokrat Indonesia. Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, mengajak pemuda zaman sekarang lebih semangat tidak kalah dengan semangat pemuda masa lalu. Melalui sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2018, Mahathir mengajak untuk membangkitkan semangat pemuda dengan kegiatan positis seperti olahraga.

Ajakan Mahathir itu disampaikan saat membuka Kompetisi Futsal Teknokrat 2018, yang diikuti pelajar SMA, SMK dan MA se-Lampung di indoor gelanggang olahraga mahasiswa, kampus Teknokrat.

banner 728x90*

Mahathir mengatakan, pemuda zaman sekarang jangan kalah dengan semangat pemuda yang dulu. Karena itu, dalam sumpah pemuda ini harus kobarkan semangat pemuda dalam belajar, berkarya, berolahraga dan berkiprah dalam bidang kainnya untuk masa depan bangsa.

“Ada pepatah mengatakan “Subbanul yaum Rijalul ghod” maksudnya pemuda sekarang pemimpin besok.”

Lalu apa hubungannya pemuda dengan futsal? Mahathir mengatakan, dengan mengikuti futsal meka peserta harus bannyak berlatih. Dengan futsal juga punya semangat untuk bertanding dan berharap akan menang dan menjadi juara.

Namun demikian, Mahathir juga meminta kepada peserta untuk menjujung tinggi sportifitas. Melalui pertandingan ini pemuda juga bisa menjalin persatuan dan kesatua serta sportifitas. “Terus berjuang jangan putus semagat yang menang jangan sombong yang kalah tetap semangat jangan putus asa,” ujar Mahathir juga putra Rektor Universitas Teknokrat Nasrullah Yusuf ini.

Kepada peserta futsal, Mahathir minta peserta harus kompak. Sebab, baggai mau menang kalau bertanding tidak kompak. Kekompakan sangat diperlukan, bukan saja dalam pertanding dalam bidang olahraga tapi kekompakan harus diterapkan dalam segala aspek.

“Siswa harus terbiasa untuk bersemangat dalam aegala hal sehingga kita bisa juara dalam segala hal,” tambah Mahathir.

Masih menurut Mahathir, kompetisi semacam itu efektif untuk membetuk karakter pemuda yang taat norma dan hukum. Karena permainan berlangusung di bawah pengawasan wasit profesional dan mengikuti aturan. Bagi pemain yang melanggar akan dikenakan sanksi. Karena itu, berkompetisi yang baik karena menanamkan sportifitas dan meningkatkan daya juang. (W9-jam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses