512 Calon Wisudawan Ikuti Yudisium FTK UIN Raden Intan

Dekan FTK Prof. Nirva Diana saat menyerahkan tanda kelulusan peserta yudisium. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung, menyelenggarakan yudisium periode II tahun 2019, di GSG UIN, Kamis (25/7/2019). Peserta pada periode ini terbanyak dari sebelumnya yakni 512 calon wisudawan.

Dekan FTK UIN Raden Intan Prof Dr. Hj. Nirva Diana MPd dalam sambutannya menjelaskan, yudisium merupakan kegiatan rutin akademik di setiap perguruan tinggi. “Yudisium merupakan keputusan yang diambil ketika mahasiswa telah menyelesaikan persyaratan akademik dan persyaratan administratif,” katanya.

Kepada peserta yudisium, Prof Nirva menyampaikan bahwa lulusan UIN memiliki distingsi yaitu aspek spiritualitas. ”Di UIN aspek spiritualnya kita kedepankan. Berbahagaialah kalian keluar dari UIN Raden Intan Lampung karena memiliki distingsi. Distingsinya yaitu spirituality-nya nomor satu,” ungkapnya.

Dia juga berpesan kepada peserta yudisium untuk tetap menjaga nama baik almamater. “Berbaktilah kalian dilapangan kerj kalian masing-masing sesuai dengan disiplin ilmu yang telah kalian dapat di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Jangan lupakan almamater, jaga nama baik almamater. Karena masyarakat menunggu bakti kita semua. Jaga moral kita di masyarakat,” pesannya.

Adapun jumlah peserta yudisium berdasarkan prodi yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 83 orang; Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 28 orang; Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 85 orang; Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 33 orang; Prodi Pendidikan Matematika 74 orang; Prodi Pendidikan Biologi 48 orang; Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 33 orang; Prodi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI) 49 orang; Prodi Pendidikan Fisika 25 orang; dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 54 orang. (W9-jam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses