Bandarlampung, Warta9.com – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, membekali mahasiswa model pengambilan keputusan bagi seorang pemimpin. Pembekalan itu disampaikan kepada mahasiswa Teknokrat peserta Program Pendidikan Kepemimpinan 2020, Selasa (11/2/2020) malam.
Materi pengambilan keputusan yang disampaikan Rektor Universitas Teknokrat ini dinilai sangat penting. Karena materi ini akan mempengaruhi kerangka pikir mahasiswa dalam dalam bertindak dan mengambil keputusan. Bahkan Nasrullah dalam menyampaikan materi ini sampai tiga jam baik disampaikan secara teori, dialog dan praktik.
Menurut Nasrullah Yusuf, juga Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia ini, seorang pemimpin dalam memutuskan dan memecahkan masalah harus berdasarkan data, fakta, hipotesa, sintesa dan antitesa dengan dilandasi kaidah-kaidah akademis. Karena apabila seorang pemimpin salah memutuskan, akan berdampak kepada orang banyak. Begitu juga bisnisman, bila salah mengambil keputusan akan berdampak pada usahanya.
Program pendidikan kepemimpinan yang diikuti 150 mahasiswa Universitas Teknokrat yang telah lulus seleksi, mereka dibekali dengan berbagai ilmu kepemimpinan dan pengetahuan. Bahkan Rektor Nasrullah Yusuf menyampaikan dua materi tentang management kepemimpinan dan model pengambilan keputusan. Rektor Teknokrat sangat menaruh perhatian kegiatan leadership education program ini. Karena mahasiswa Teknokrat merupakan calon pemimpin masa depan. Sebagai pemimpin harus dibekali agar nanti tidak salah dalam mengambil keputusan.
Nasrullah Yusuf membeberkan, bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu tindakan yang menentukan hasil dalam memecahkan masalah dengan memilih beberapa alternatif yang ada.
Ada banyak model dalam pengambilan keputusan yaitu: Keputusan klasik. Biasanya digunakan oleh pelaku ekonomi dimana keputusannya rasional untuk mendapatkan keuntungan. Model administrasi, dimana orang tidak memilih maksimalisasi tapi cukup keuntungan yang memuaskan.
Nasrullah Yusuf memberi contoh dalam kegiatan focus group discussion yang membahas IPK mahasiswa rendah.
Kenapa IPK mahasiswa rendah, bisa jadi disebabkan proses perkuliahan kurang baik. Dosen tidak profesional dalam memberikan perkuliahan. Kenapa dosen tidak profesional, bisa jadi karena tidak memahami pedagogik atau belum mengikuti penataran pedagogik.
Dari masalah tersebut, maka sasaran target IPK harus ditentukan dengan strategi menyelenggarakan penataran pedagogik dan melaksanakan MMT agar target meningkatkan IPK dapat tercapai. (W9-jam)








