Siswi SMPN 1 Gedung Aji Pimpin Upacara Api Unggun

Gedung Aji, Warta9.com – Seorang siswi SMPN 1 Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung bernama Ayoemi Zhiera Virginia didapuk menjadi pemimpin upacara api unggun Pramuka ke-64, Kwatir Ranting (Kwarran) Gedung Aji.

Kegiatan digelar di Bumi Perkemahan Kecubung Mulya, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten setemlat, Rabu (13/8/35) malam.

banner 728x90*

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Pramuka Ke-64 itu mengusung tema Kolaborasi untuk membangun ketahanan bangsa, selain itu juga, upacara api unggun sendiri merupakan kegiatan  pramuka sangat penting dalam pelaksanaan, lantaran memiliki makna mendalam tentang persaudaraan dan persatuan.

Pembina upacara, Hj. Meriana mengatakan, walaupun di hari pertama kegiatan ini dilanda hujan deras mengakibatkan beberapa tenda roboh, akan tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat para anggota pramuka.

“Api unggun dalam kegiatan pramuka memiliki banyak pelajaran yang bisa diambil, karena semangat yang membara, simbol kekuatan, dan persatuan. Selain itu, api unggun juga mengajarkan tentang kebersamaan, kerjasama, dan pentingnya menjaga lingkungan,” kata Meri.

Semangat yang membara api yang berkobar melambangkan semangat juang yang tinggi, pantang menyerah, dan tidak mudah padam dalam menghadapi tantangan.

“Selanjutnya, kekuatan dan ketahanan api yang panas menjadi simbol kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan,” ungkapnya.

Masih kata dia, anggota pramuka diharapkan memiliki kekuatan fisik dan mental untuk mengatasi berbagai rintangan
dan berharap para anggota pramuka bisa menjadi penerang bagi orang lain, memberikan inspirasi, kebaikan dan semangat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bahkan semakin besar api unggun, semakin tinggi pula nyalanya, hal ini mengajarkan anggota pramuka untuk bersyukur atas nikmat yang diterima dan semakin mendekatkan diri kepada tuhan,” jelas dia.

Lebih jauh Meri menjelaskan dengan memahami dan menghayati makna-makna tersebut, api unggun pramuka tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi pembentukan karakter anggota pramuka.

“Sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan semangat gotong royong, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kita harus mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, menciptakan inovasi, dan menjadi agen perubahan positif di lingkungan kita, jadikan pramuka tempat kita belajar, berkembang, dan berkarya untuk kemajuan bangsa,” pesan beliau. (W9-Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses