Yoyok, Pengusaha Jamur Gunakan Pencahayaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off Grid, Hemat Penggunaan Listrik Konvensional

Yoyok, pengusaha jamur bersama Ayu dan dosennya. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.comPengusaha jamur Yoyok, warga Kelurahan Korpri Jaya Kecamatan Sukarame Kota Bandarlampung, merasa terbantu dengan adanya pembangkit listrik tenaga Surya tempat usahanya.

Yoyok pengusaha budidaya jamur tiram, saat dimintai keterangan, pekan lalu, Sabtu (25/10/2025), mengaku senang dapat bantuan pembangkit listrik tenaga Surya dari mahasiswi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Ayu Septira.

banner 728x90*

Yoyok menerima “Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off Grid untuk Sistem Pencahayaan
pada Kumbung Jamur”. Dengan panel listrik bantuan mahasiswa itu, Yoyok bisa menerangi Kumbung jamurnya.

Bangunan budidaya jamur 7 x 10 meter, penuh dengan jamur. Pak Yoyok memang tipe pengusaha yang cukup ulet. Ia terus menggeluti usaha budidaya jamur tiram sejak awal tahun 2025. Dengan menggunakan serbuk gergaji atau kayu-kayu lunak dan beberapa bahan lainnya dicampur dedak tumbuh jamur.

Ayu Pranita sedang memasang lampu hasil inovasi PLTS) off grid di kumbung jamur. (foto : ist)

Yoyok mengisi bibit, 1 baglog kurang lebih 10-12 bibit. Kira-kira 5 minggu lebih akan menjadi berwarna putih. Lalu menunggu selama 20 hari untuk menjadi jamur-jamur kecil. Setelah 3 hari, jamur akan besar dan siap dipanen.

Jamur hasil panen tersebut kemudian dibersihkan akar-akar, lalu dikemas dengan plastik 3 Kg. Yoyok membawanya ke pasar untuk dijual ke pedagang. Menurutnya, panen jamur dalam satu hari tidak stabil. Kadang mencapai 15 Kg, tapi bisa juga malah hanya 5 kg.

Dengan adanya bantuan Sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off grid dari mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Yoyok berharap dapat terbantu. Karena secara tidak langsung menghemat biaya listrik dan biaya operasional usahanya.

Ayu Septira. mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia sangat tertantang untuk membantu Yoyok, karena ia sosok pengusaha jamur yang tekun. Dengan dibimbing doaen Elka Pranita, S.Pd., MT, Ayu Septira berhasil mewujudkan penelitian dan pengembangan alat Sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off grid.

Melalui inovasi ini, Ayu mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia berupaya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang budidaya jamur.

Ayu mengatakan, sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off grid yang dirancang berfungsi untuk menyediakan pencahayaan mandiri pada kumbung jamur, sehingga dapat menghemat penggunaan listrik konvensional dan mendukung efisiensi energi.

Dosen pembimbing Elka Pranita, S.Pd., MT., menyampaikan bahwa kegiatan penelitian ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam penerapan teknologi tepat guna.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung program energi bersih,” ujar Elka Pranita.

Ayu Septira sedang merakit panel listrik tenaga Surya. (foto : ist)

Hasil penelitian Ayu Septira, mendapat apresiasi dari kampusnya. Wakil Rektor UTI Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan, bahwa hasil tugas akhir mahasiswa Teknik Elektro seperti ini menjadi bukti bahwa Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan terselesaikannya alat tersebut, diharapkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut, sejalan dengan visi UTI sebagai Kampus Terbaik ASEAN yang unggul dalam inovasi dan pengabdian kepada masyarakat. (W9-jm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses