
Jakarta, Warta9.com – Kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro, Tangerang Selatan, ikut menjadi sasaran penjarahan massa, Minggu (31/8) dini hari. Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang protes terhadap kebijakan pajak pemerintah yang dianggap membebani rakyat.
Menurut keterangan warga sekitar, penjarahan berlangsung sekitar pukul 01.40 WIB. Ratusan orang mendobrak pagar rumah dan mengangkut berbagai barang, mulai dari televisi, perhiasan, kursi, mainan anak, hingga perabotan dapur yang diduga milik Sri Mulyani.
Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan massa keluar-masuk rumah sambil membawa barang hasil jarahan.
Situasi baru terkontrol sekitar pukul 03.00 WIB setelah aparat kepolisian tiba di lokasi. Polisi menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa yang bertahan.
“Awalnya tidak ada pengamanan di rumah tersebut. Polisi datang setelah massa sudah lebih dulu mengobrak-abrik isi rumah,” kata salah satu warga.
Peristiwa ini memicu sorotan tajam lantaran terjadi di tengah memanasnya kritik publik terhadap kebijakan fiskal pemerintah. Sri Mulyani belakangan mendapat tekanan karena target penerimaan pajak tahun 2026 dinaikkan menjadi Rp 2.692 triliun.
Sejumlah kelompok masyarakat menilai kebijakan itu semakin “mencekik” rakyat kecil. Selain itu, ia dianggap sebagai salah satu pejabat publik yang melukai hati rakyat, terkait kebijakan anggaran mewah untuk anggota DPR.
Peristiwa penjarahan rumah Sri Mulyani menambah panjang daftar insiden yang muncul akibat gelombang ketidakpuasan publik terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
Sebelumnya, rumah Wakil Ketua Komisi III DPR dari NasDem, Ahmad Sahroni, juga dilaporkan dijarah massa. Kemudian menyusul rumah Uya Kuya dan Eko Patrio. (**)










