Heti Friskatati: Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila Mengingatkan Masyarakat akan Pentingnya Nilai-nilai Pancasila

Heti Friskatati, anggota DPRD Bandarlampung melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Belabong Jaya. (foto : ist

Bandarlampung, Warta9.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Heti Friskatati, SH, melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kelurahan Belabong Jaya Kecamatan Langkapura, Rabu (3/12/2025).

Heti menyampaikan syukur dapat bersilaturrahmi dengan warga Belabong Jaya. Di Belabong ini walaupun dirinya tidak turun saat Pemilu tapi perolehan cukup lumayan. Karena itu, pelaksanaan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dilaksanakan akhir tahun 2025.

Heti juga anggota Fraksi Partai Golkar Bandarlampung menyampaikan kepada peserta bahwa kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dilakukan bukan untuk menggurui, tapi mengingatkan kembali tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila.

Heti menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Belabong Jaya yang sudah memberi kepercayaan kepada dirinya, sehingga kembali duduk DPRD Bandarlampung.

Karena itu, Srikandi Golkar ini meminta doa warga agar dirinya bisa menjalankan amanat di DPRD dengan baik. Kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila ini kegiatan pemerintah melalui DPRD. Sebagai pengingat supaya nilai-nilai Pancasila dapat kembali diamalkan dalam kehidupan masyarakat dimana saat ini perkembangan teknologi sangat berdampak pada perilaku masyarakat terutama anak-anak.

Dalam kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila, Heti menghadirkan dua nara sumber yaitu, H. Benny HN Mansyur, SH, Ketua DPW Persadin Provinsi Lampung dan Jamhari, wartawan senior Lampung dengan moderator Suwardi.

Pembicara pertama Jamhari, mengupas pentingnya masyarakat menjaga lingkungan. Karena menjaga lingkungan merupakan bagian dari bentuk bela negara dan pengamalan Nilai Pancasila.

Terjadinya musibah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang menelan korban jiwa ratusan orang, menurut Jamhari karena salah satu penyebabnya karena terjadi kerusakan lingkungan.

Jamhari pun mengutip ayat Al Quran, bahwa Islam, menjaga lingkungan adalah perintah agama. Beberapa surat dalam Al Quran Allah SWT memerintahkan manusia menjaga alam. Lalu Allah juga menyampaikan bahwa dalam surat Ar Rum ayat 41 dijelaskan yang artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

“Maka dari itu, bapak-bapak dan ibu-ibu jangan membuang sampah sembarangan. Karena bisa menyebabkan banjir. Karena itu, bila pamong mengajak untuk bergotong royong, masyarakat harus mengikuti gotong royong. Mari sama-sama jaga lingkungan kita agar tidak terjadi banjir di lingkungan kita,” ujar Jamhari.

Sedangkan pembicara kedua Benny HN Mansyur mengupas masalah nilai-nilai sila dalam Pancasila. Peserta IPWK juga diberi pemahaman tentang arti dan makna yang ada di lambang Pancasila.

Jumlah bulu yang ada pada Garuda Pancasila terkait dengan kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia, di antaranya:

Bulu pada sayap kanan dan kiri, masing-masing berjumlah 17 helai (menunjukkan tanggal 17).
Bulu ekor berjumlah delapan helai (menunjukkan bulan 8 atau Agustus).
Di bawah kalung perisai yang menghubungkan dengan ekor terdapat bulu berjumlah 19 dan bulu pada leher berjumlah 45 (menunjukkan angka tahun 1945).

Benny juga mengupas nilai-nilai sila dalam Pancasila. Ia mengupas nilai Pancasila mulai dari keluarga sampai kehidupan bermasyarakat.Yang terpenting dalam pengamalan nilai-nilai Pancadilan dalam lingkungan keluarga. (W9-jm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses