Sebulan Direnovasi, Atap Dua Ruangan SD 4 Klakah Ambrol

Lumajang, Warta9.com – Dua ruang kelas SDN Klakah 04 Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, baru saja selesai direhab sudah ambruk. Hingga dua ruangan tersebut tidak bisa ditempati untuk belajar. Kejadian itu baru diketahui oleh warga setempat sekira pukul 16:30 WIB dini hari.

Atas kejadian tersebut membuat wali murid serta warga sekitar bertanya-tanya. Karena proyek yang dikerjakan CV. AGA dengan konsultan pengawas CV. Prima Graha itu baru satu bulan direnovasi atap dua ruangan runtuh. Bangunan tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 193.050.000,

Sedangkan pada nambornya masih diletakkan di ruang guru, dan disitu tertulis jangka waktu pelaksanaan rehabilitasi itu berlangsung selama 90 hari kalender, terhitung sejak 30 Juli sampai dengan 25 Oktober 2018.

Akibat dari atap yang ambrol tersebut hanya menyisakan puing reruntuhan, dan dinding yang retak. Sedang untuk meja dan kursi yang berada didua ruangan kelas itu, seluruhnya tertimbun reruntuhan material atap. Kerusakan diperkirakan mencapai kisaran diatas 90%.

Menurut Buasan Arifin, Kepala Sekolah SD 04 Klakah memperkirakan runtuhnya atap di dua ruang kelas itu terjadi pada pukul 13:00 Wib dini hari tadi. “Saya baru mengetahui sekitar pukul 16:30 Wib tadi. Ada warga yang WA saya,” kata dia.

Ia menduga, hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam kemarin, menjadi pemicu kejadian itu. Terkait peristiwa ia meminta CV pelaksana, agar diperbaiki kembali secara utuh seperti semula. Karena menurut dia runtuhnya atap tersebut terjadi masih dalam masa perawatan.

“Akibat kejadian itu, murid yang akan menempati didua ruang kelas tersebut akan dipindahkan ke ruang kelas yang lain. Bahkan tidak itu saja, ada yang di perpustakaan dan di musholah karena saat ini mereka sedang ujian,” tukas kepala sekolah.

Sementara itu direktur CV AGA H. Heru selaku pelaksana proyek di SDN Klakah 04 terkait runtuhnya atab bangunan tersebut menyampaikan, bahwa pihaknya sudah mengerjakannya sesuai RAP bestek, dan kemarin memang terjadi hujan yang sangat lebat.

“Yang jelas kemarin itu hujan lebat tapi yang pasti kita sudah mengerjakan sesuai RAB Beste. Pihak dinas pendidikan dan pihak terkait sudah menyatakan bahwa tembok itu sudah lama,” terang Heru.

Heru menerangkan pihaknya hanya mendapat RAB atap dan balok gantung depan.

“ini pekerjaan rehab, saya hanya mendapat RAB untuk atap dan balok gantung depan saja, namun untuk kelanjutannya kita akan duduk bersama dengan pihak Dinas Pendidikan serta pihak terkait bagaimana kedepannya nanti. “Benarkah runtuhnya atap akibat dari hujan? “pungkasnya. (W9-Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses