Dari Kebun Herbal ke Edu-Agrowisata Ramah Keluarga: STTN Lampung Dorong Rebranding di Pesawaran

Pesawaran, warta9.com — Sebuah kebun kecil di Desa Pujo Rahayu kini bersiap tumbuh menjadi destinasi wisata edukatif. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara (STTN) Lampung membantu Kebun Herbal Kesuma Bangsa bertransformasi menjadi “Edu-Agrowisata Ramah Keluarga.”

Program ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2025 melalui Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).

Langkah ini menjadi bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam menggerakkan potensi lokal — khususnya wisata berbasis tanaman herbal dan edukasi kesehatan keluarga.

Tantangan Promosi dan Harapan Baru

Pemilik kebun, Mujitaba Naning, mengakui bahwa promosi masih menjadi tantangan utama.

“Selama ini promosi kami masih mengandalkan cara konvensional. Belum maksimal di media digital. Padahal banyak yang tertarik, tapi belum tahu lokasi dan konsep wisata kami,” ungkapnya.

Melihat peluang besar di balik kendala itu, tim dosen dan mahasiswa STTN Lampung hadir menawarkan solusi: rebranding dan pelatihan strategi pemasaran digital.

Sinergi Akademisi dan Masyarakat

Tim pelaksana PkM yang dipimpin oleh Feti Arman, S.T., M.M., bersama Ir. Dwi Agus Riyanto, S.T., M.T., dan Taufik Rahman, S.T., M.T., melibatkan sejumlah mahasiswa seperti Riki Trijaya, Pandi Junaidi, dan Fitri Munawaroh.

Mereka memberikan pendampingan intensif meliputi:

  • Pelatihan desain identitas merek,

  • Pembuatan website promosi,

  • Pengelolaan media sosial, dan

  • Penyusunan konsep wisata keluarga yang edukatif dan rekreatif.

“Kami ingin Kebun Herbal Kesuma Bangsa bukan sekadar tempat rekreasi, tapi ruang belajar yang menumbuhkan kesadaran akan tanaman herbal dan gaya hidup sehat,” ujar Feti Arman.

“Melalui digital marketing dan konten kreatif, kami bantu mitra menjangkau wisatawan lebih luas — terutama generasi muda dan keluarga,” tambah Dwi Agus Riyanto.

Hasil Nyata dari Kolaborasi

Hasil dari kegiatan ini mulai tampak. Kini Kebun Herbal Kesuma Bangsa memiliki:

  • Identitas visual baru,

  • Website promosi digital,

  • Materi foto dan video promosi profesional, serta

  • Poster digital untuk media sosial.

Selain itu, tim PkM juga menghasilkan sejumlah luaran akademik seperti:
• Artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat,
• Publikasi di media massa dan laman resmi STTN Lampung,
• Video dokumenter kegiatan di YouTube STTN Lampung.

Dukungan dari Pimpinan STTN Lampung

Ketua STTN Lampung menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian yang telah menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata.

“Program ini membuktikan bahwa perguruan tinggi berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi lokal dan memberdayakan UMKM berbasis potensi daerah,” ujarnya.

Menatap Masa Depan Agrowisata Pesawaran

Dengan konsep baru yang lebih segar, Kebun Herbal Kesuma Bangsa diharapkan tumbuh menjadi destinasi Edu-Agrowisata Ramah Keluarga yang mampu menarik wisatawan, memperkuat ekonomi kreatif Pesawaran, dan menjadi contoh sinergi positif antara dunia akademik dan masyarakat. (*)

Posting Terkait

Baca juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses