Kalianda warta9.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mengintensifkan langkah antisipatif menghadapi berbagai tantangan daerah dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) mingguan.
Langkah ini menjadi strategi untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus merespons cepat potensi krisis yang terus berkembang.
Rakor tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (13/4/2026), dan diikuti seluruh pejabat utama serta kepala perangkat daerah di lingkungan pemkab setempat.
Dalam arahannya, Supriyanto menegaskan bahwa rakor mingguan merupakan instrumen penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor di tengah dinamika yang semakin kompleks, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.
Menurutnya, forum ini tidak sekadar menjadi ruang komunikasi, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme evaluasi rutin dan percepatan penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.
“Kita perlu sering bertemu dan berkoordinasi agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti. Dengan rakor mingguan ini, berbagai kendala bisa langsung dibahas dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, rakor ini juga dirancang sebagai sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah daerah. Melalui forum ini, sinkronisasi kebijakan serta monitoring capaian program dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, di antaranya fluktuasi harga pangan yang berdampak pada biaya produksi petani, nelayan, dan pelaku UMKM, serta ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.
Selain itu, agenda pembangunan daerah juga dibahas, termasuk rencana penyelenggaraan Lamsel Fest, event drifting pada Mei mendatang, hingga peluncuran program digital seperti Halo Lamsel dan Lamsel Betik.
Evaluasi pelaksanaan pekerjaan fisik di sejumlah perangkat daerah turut menjadi sorotan guna memastikan proyek berjalan sesuai jadwal sekaligus mencegah penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun.
Supriyanto mengingatkan bahwa tahun 2026 merupakan periode penuh tantangan, mulai dari keterbatasan keuangan daerah, dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem, hingga potensi bencana yang perlu diantisipasi sejak dini.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program kerja serta memastikan setiap kegiatan memiliki perencanaan yang jelas dan terukur.
“Saya minta seluruh program berjalan sesuai target dan memiliki timeline yang jelas. Tidak boleh lagi ada penumpukan serapan anggaran di akhir tahun,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah sebagai kunci keberhasilan pembangunan.
“Keberhasilan daerah adalah hasil kerja bersama. Kita harus saling berkoordinasi, saling mendukung, dan bekerja kolaboratif demi kepentingan masyarakat Lampung Selatan,” kata Supriyanto. (*)
