Bandarlampung, Warta9.com – Dewan Pertimbangan Presiden RI Jend. TNI (Pur) Agum Gumelar, MSc, memberi pesan kebangsaan kepada mahasiswa Lampung di Kampus Universitas Teknokrat, Jumat (28/9/2018). Bukan hanya mahasiswa Teknokrat saja mengikuti seminar kebangsaan ini, tapi ada juga dari mahasiswa perguruan tinggi lainnya.
Agum mengatakan semangat nasionalisme, semangat mencintai Bangsa dan Negara, semangat untuk kepentingan Bangsa dan Negara di atas kepentingan segalanya. Sebab kata Agum, tanpa nasionalisme tidak menjadi Bangsa yang besar. Disiplin dengan mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang handal. Sehingga bisa menjadi bangsa yang besar.
Pada kesempatan ini, Agum juga mengingatkan pentingnya mahasiswa disiplin bila ingin menjadi pemimpin bangsa dimasa yang akan datang. Disaat menjadi pemimpin nanti, pemimpin yang disiplin dalam arti mampu menerapkan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam sesi dialog yang dipandu langsung oleh Rektor Universitas Teknokrat, HM. Nasrullah Yusuf, Agum Gumelar ‘diberondong’ pertanyaan mahasiswa. Tapi Agum malah senang adanya penanya dari mahasiswa yang dinilai kreatif. Mantan Gubernur Lemhanas ini menjawab dengan renteng atas pertanyaan mahasiswa.
Agum menjelaskan, empat konsensus dasar atau empat pilar kebangsaan harus dipegang teguh. “Kita tekad dulu bahwa kita konsisten melaksanakan empat konsensus itu,” katanya.
Agum mengatakan, Pancasila jangan hanya sekedar retorika saja, tapi juga harus dijalankan dan direalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untuk mempersiapkan pemimpin masa depan penerus bangsa 2045, dimana Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi, maka keunggulan yang kita miliki harus keunggulan kompetitif. Rubah keunggulan komporatif saat ini menjadi keunggulan kompetitif.
Maka pada masa yang akan datang, perlun pemimpin yang tegas. Tegas dalam hal penerapan hukum dan penerapan kebijakan. Karena itu dimasa yang akan datang, pemimpin yang bijak. Bukan tegas dalam arti fisik, main hantam. Tapi tegas dalam menegakkan hukum dan aturan.
Mantan Menteri Perhubungan ini lebih lanjut mengatakan, pemimpin mendatang merupakan sosok kepala pelayanan masyarakat bukan pemimpin yang arogan.
Demokrasi dalam arti kebebasan yaitu, kebebasan yang bisa dinikmati. Yang diinginkan kepada mahasiswa harus konsiten. Sikap konsisten harus dimiliki oleh mahasiswa, idealisme generasi muda juga tetap harus dipertahankan. “Generasi muda harus punya idealisme. Jangan disalurkan idealisme itu yang tidak wajar. Salurkan dengan cara yang bijak jangan distruktif dan penuh kebencian,” ujar Agum Gumelar mantan Ketum PSSI ini.
Dalam kesempatan ini, Agum Gumelar memberi bekal untuk mahasiswa agar tetap menjaga keutuhan NKRI dengan semangat nasionalisme. Bangsa yang besar bangsa yang mengenali sejarahnya. Yang menghargai para pejuang bangsa. (W9-jam)









