
Bandarlampung, Warta9.com – Mengembangkan bakat tidak harus mengesampingkan belajar. Bakat dikembangkan, belajar harus tetap dijalankan sehingga selesai tepat waktu.
Inilah yang dilakukan Joya Iffyni Alayka, mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia, salah satu Universitas Terbaik di Lampung. Joya yang punya bakat model ini berusaha menyeimbangkan antara studi di kampus dengan hobinya menjadi model.
Karena itu, Joya tetap disiplin dalam studi untuk menjaga prestasi bidang akademik. Kedisiplinan dalam menumbuhkan hoby dan studi ini, dibuktikan mahasiswi semester 4 ini mendapat IPK 3,25.
Kepada wartawan, Senin (15/3/2021), Joya mengatakan, model pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19, tidak menyulitkan baginya dalam belajar. Meski daring, Joya selalu hadir dan mengerjakan tugas yang diberikan dosen-dosennya. Ia ingin menguasai semua mata kuliah dan mendapat nilai terbaik. Gadis cantik ini bercita-cita menjadi guru Bahasa Inggris.
Oleh sebab itu, semua mata kuliah ia jalani dengan tekun. Khususnya mata kuliah yang membuatnya makin terampil menguasai bahasa Inggris. Termasuk menulis prosa dalam bahasa Inggris.
Joya sudah beberapa tahun ini aktif menjadi model bersama beberapa fotografer kenalannya. Selain mengisi waktu luang dan menyalurkan hobinya, ia juga sering mendapat tawaran mempromosikan produk baik jasa maupun barang. Dari situ, selain menambah pengalaman, ia juga mendapat tambahan uang saku.
Joya mengaku, tidak kesulitan menyeimbangkan antara aktivitas studi dengan menjadi model. “Aku berusaha seimbang. Nilai mesti bagus. Aktivitas foto juga tetap jalan,” ujarnya.
Joya mengatakan, belajar di Universitas Teknokrat Indonesia ini menyenangkan. Suasana pembelajaran seperti itu sangat dibutuhkan. Apalagi selama masa pandemi di mana semua mata kuliah dijelaskan dosen dengan cara daring. “Enggak masalah daring juga. Asal dosen dan semua mahasiswanya siap, pembelajaran bisa berjalan dengan baik,” kata dia.
Joya menuturkan, dosen-dosen di Universitas Teknokrat Indonesia sangat kompeten di bidangnya. Dengan begitu, penguasaan materi oleh dosen sangat baik. Karena itulah penerimaan mahasiswa juga maksimal. Namun demikian, Joya tetap berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kegiatan kampus dan masyarakat dapat berjalan seperti semula.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, mengatakan, pihak kampus memberikan peluang seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan hobinya.
Termasuk dalam dunia fotografi baik menjadi fotografer maupun model. Apalagi itu juga ikut menambah pengalaman dalam dunia kerja.
Mahathir juga mengatakan, dosen-dosen juga diberikan keleluasaan dalam hal penyampaian secara daring. “Yang penting semua materi bisa tersampaikan dan diterima dengan baik oleh mahasiswa,” kata Mahathir Muhammad.
Mahathir menambahkan, segala aktivitas mahasiswa di luar pasti berdampak pada nama baik almamater. Untuk itu, ia mendukung sepenuhnya semua aktivitas mahasiswa selama masih bisa menyeimbangkan antara studi dan hobi. Diharapkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia berprestasi di kampus dan berprestasi di luar. (W9-jam)








