Bejat! Oknum Guru Ponpes di Lampung Utara Cabuli 6 Santriwati

Lampung Utara, Warta9.com – Kasus pencabulan kembali mencoreng nama salah satu Pondok Pesantren di Lampung Utara. Kali ini dilakukan oleh oknum guru pencak silat Sudibyanto (43) terhadap enam santriwati.

Ponpes tempat tersangka melancarkan aksinya itu berada di Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Lampung. Tindakan bejat ia lakukan sejak awal tahun 2023 hingga berulang kali di lokasi berbeda.

Mulai dari gubuk bambu di Pondok Pesantren, rumah tersangka dan terakhir di rumah kerabatnya. Akal bulus tersangka mengajari para korban hipnoterapi dan hipnotis usai latihan pencak silat.

“Awalnya korban saya hipnotis, kemudian memerintahkan korban untuk membuka baju yang kemudian saya pegang payudara, bibir dan kemaluannya,” urai tersangka Sudibyanto saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampung Utara, Kamis (31/8/2023).

Terlebih Sudibyanto mengaku untuk para korban yang mengikuti latihan perguruan silat dengannnya mulai dari santriwati MTS, SMA sampai Umum.

Kanit PPA Polres Lampura Ipda Darwis mengatakan, saat ini pihaknya baru menerima enam laporan dari para korban. Kemungkinan jumlah korban akan bertambah.

“Modus dari pelaku yang merupakan guru silat di salah satu pondok pesantren itu adalah dilakukan usai latihan. Korban dibawa ke ruangan untuk berdalih melakukan cek pernapasan kemudian tersangka mulai melakukan aksi bejatnya,” ujar Ipda Darwis.

Ipda Darwis menambahkan, hal tersebut dilakukan tersangka secara berulang kali dengan tempat berbeda, untuk korban enam orang, lima anak di bawah umur dan 1 orang sudah dewasa.

“Tersangka terjerat dengan pasal 81 dan 82 undang undang undang perlindungan anak tahun 2016 dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,” paparnya.

Polisi masih terus mengembangkan kasus ini, hasil penyelidikan dan penyidikan  diperkirakan korban pencabulan lebih dari enam orang. (Red)

banner 400x130

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.