Kalianda warta9.com – Langit Pantai Semukuk pagi itu tampak cerah, membentang di atas garis horizon yang menyatu dengan birunya laut di Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda.
Di tengah debur ombak yang tenang, para finalis Muli Mekhanai Lampung Selatan 2026 menyusuri pasir putih, memungut satu per satu sampah yang tersisa. Bukan sekadar kegiatan seremonial, aksi ini menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.
Di antara mereka, Zita Anjani hadir tak hanya memimpin, tetapi juga menanamkan visi tentang masa depan pariwisata yang berkelanjutan.
Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata itu memimpin langsung kegiatan bersih pantai bersama Dharma Wanita Persatuan dan para finalis, di Pantai Semukuk, Jumat (10/4/2026).
Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriyani Anwar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ratna Supriyanto, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam keterangannya, Zita menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar gerakan sesaat, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari sekarang, terutama oleh generasi muda.
“Saya baru pertama kali ke Pantai Semukuk. Hari ini kita bersih-bersih pantai sesuai arahan Bapak Presiden agar Indonesia semakin bersih dari sampah. Ke depan, pengelolaan sampah akan diperkuat hingga ke tingkat kecamatan,” ujarnya.
Ia menilai, Lampung Selatan memiliki potensi wisata pantai yang besar, sehingga kebersihan menjadi faktor utama dalam menjaga daya tarik destinasi.
“Lampung Selatan punya banyak pantai yang indah. Karena itu kebersihannya harus kita jaga bersama, dimulai dari tempat-tempat wisata yang menjadi kebanggaan daerah,” lanjutnya.
Zita juga menitipkan pesan khusus kepada para finalis Muli Mekhanai agar menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari identitas mereka sebagai duta daerah.
“Kalau nanti mendapat amanah mewakili Lampung Selatan, salah satu visi yang harus dibawa adalah menjaga lingkungan. Mulai dari kebersihan pantai, laut, hingga lingkungan sekitar,” pesannya.
Pantai Semukuk dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki potensi besar namun belum banyak dikenal publik. Dengan hamparan pasir putih dan suasana alami, kawasan ini dinilai layak dikembangkan sebagai destinasi unggulan baru.
“Kita sudah pernah berkegiatan di beberapa pantai seperti Setigi Heni, Minang Rua, dan Rio by The Beach. Tapi di Semukuk ini saya baru pertama kali datang dan ternyata pantainya sangat bagus. Ini bisa menjadi hidden gem Lampung Selatan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat citra Lampung Selatan sebagai daerah wisata yang bersih, indah, dan berkelanjutan. (*)
